Senin, 27 Mei 2019

Peredaran Makanan Ilegal di Jambi Berkurang, BPOM Tetap Lakukan Pemantauan


Senin, 22 April 2019 | 09:51:42 WIB


ilustrasi
ilustrasi / dok/metrojambi.com

JAMBI - Angka peredaran makanan ilegal dari luar negeri di Provinsi Jambi cendrung menurun. Namun demikian, jelang Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi terus melakukan pemantaun.

Kepala BPOM Jambi Antoni Asdi mengatakan, dulu masih sering ditemukan makanan ilegal dari luar negeri beredar di masyarakat. Namun saat ini bisa dikatakan sudah jarang ditemukan lagi.

"Saya sudah sampai ke Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat, yang merupakan jalur masuknnya makanan ilegal itu. Kita tidak tumukan lagi. Sampai ke Kampung Laut daerah pinggir sana, tidak ada kami temukan lagi makanan ilegal beredar," ujarnya.

Menurut Antoni, hal itu disebabkan pengawasan dari Pemerintah kabupaten/kota maupun pihak Bea Cukai dan kepolisian sangat ketat mengawasi jalur-jalur masuk produk makanan ilegal tersebut.

"Untuk pangan hampir dibilang tidak ada. Karena kalau pangan itukan bongkarannya besar dan mudah ketahuan. Tapi kalau produk produk Narkotika, inikan mudah diseludupkan di dalam saku contohnya," sebutnya.

Namun pihak badan POM terus turun ke lapangan mengawasi peredaran produk-produk makanan ilegal di masyarakat apalagi jelang memasuki moment puasa dan lebaran ini.

Selain makanan ilegal, Antoni juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai makan-makanan yang sudah kadarluarsa.

"Saya telah menghimbau kepada distributor untuk tidak mengedarkan makanan yang sudah dekat kedaluarsa. Kita Takutnya, masyarakat yang tidak tahu, mengolah lagi maknan yang sudah kadalurasa tersebut, itu yang kita khawatirkan karena ketidak tahuan masyarakat," tutur Antoni.

Dirinya mengatakan, bagi distributor maupun pedagang yang nekat menjual makanan-makanan kadaluarsa tersebut bisa dipidana, karena dianggap pelanggaran dan sangat beresiko terhadap kesehatan masyarakat.

"Kalau kita sebetulnya jika sudah ditemukan, ada bukti, kita selalu serahkan ke ranah hukum. Kita tegas untuk itu," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments