Senin, 14 Oktober 2019

Jumlah Kasus DBD di Bungo Meningkat Drastis


Rabu, 12 Desember 2018 | 13:41:09 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MUARABUNGO - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bungo meningkat drastis. Jika pada 2017 lalu hanya tercatat 29 kasus, tahun ini naik mencapai 93 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bungo Safarudin Matondan mengatakan, dari seluruh kasus DBD yang ditemukan dari tahun 2017 sampai 2018, tidak ada yang sampai menyebabkan penderitanya meninggal dunia.

Terkait masik banyaknya ditemukan kasus DPD di Bungo, Safarudin mengimbau masyarakat memperbaiki pola kebersihan lingkungannya dengan menerapkan 3M, yakni Menutup, Menguras dan Mengubur.

“Nyamuk penyebab DBD dari telur sampai dewasa ada waktu 8 sampai 10 hari, maka kuraslah tempat penampungan air yang bisa jadi tempat bertelur nyamuk,” ujarnya, Selasa (11/12).

Ditambahkannya, saat ini juga ada gerakan baru bernama 3M plus yaitu mendaur ulang sampah. Sebab mengubur tidak lagi dianjurkan karena dapat menimbulkan polusi tanah.

Ia menyebut, tahun ini kasus paling banyak ditemukan pada pertengahan 2018 di Rimbo Tengah, tepatnya di Pelepat Ilir.
"Seperti Kuamang dan sekitarnya," bebernya.

Penyebab tingginya kasus tersebut lebih banyak dikarenakan mobilitas manusia yang tinggi. Sementara belum semua rumah memeriksa jentik nyamuk. "Kalau dibiarkan bisa saja, bisa menyebar dari satu rumah ke rumah lain," sebutnya.

Dia mengatakan, banjir justru tidak banyak menjadi penyebab kasus DBD. "Karena tempat penampungan jentik nyamuk terbawa air semua," pungkasnya.


Penulis: Budi Prasetyo
Editor:



comments