Senin, 3 Agustus 2020

Perbaikan Jembatan Muara Sabak, Pemkab Tanjabtim Masih Tunggu Proses Hukum


Selasa, 08 Januari 2019 | 16:38:11 WIB


Jembatan Muara Sabak
Jembatan Muara Sabak / dok/metrojambi.com

MUARASABAK-Perbaikan jembatan Muarasabak yang rusak akibat ditabrak tugboat beberapa waktu lalu, masih belum ada kejelasan. Pemkab Tanjung Jabung Timur, masih menunggu proses hukum tuntutan ganti rugi atas kerusakan jembatan itu. 

Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Robby Nahliasyah mengatakan, prinsipnya selama proses hukum gugatan ganti rugi jembatan tersebut oleh Pemkab Tanjabtim belum ingkrah secara keseluruhan, maka Pemkab tidak akan menganggarkan biaya perbaikan.

"Kenapa kita tidak berani mengambil kebijakan, karena memang kita takut disalahkan. Niat kita baik untuk memperbaiki, malah salah dalam pola pembiayaan," ujar Wabup.

Dikatakannya, pemerintah berkeinginan persoalan ini segera inkracht. Namun kenyataannya sampai saat ini persoalan hukumnya dan hasil keputusan belum cukup memuaskan.

"Sebenarnya kita juga tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Tetapi pemda ingin mengupayakan hukum. Kalau pun memang tidak ada lagi langkah upaya hukum yang bisa kita lakukan, baru kita anggarkan," tambah wabup.

Sementara itu, Kabag Hukum Setda Tanjabtim Idris, menyampaikan, pihaknya terus mengevaluasi proses hukum tuntutan ganti rugi Pemkab Tanjabtim tersebut.

Idris menjelasakan, setelah dinyatakan kalah dalam gugatan di Pengadilan Negeri Batam, Pemkab Tanjabtim menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi Pekan Baru. Namun, hingga kini belum ada pemberitahuan penyampaian Duplik oleh pihak Pengadilan Tinggi Pekan Baru.
"Tentu kita evaluasilah, bahwa sudah satu tahun putusan ini ko belum ada dupliknya," bilang Idris.

Pihaknya kata Idris, telah mendatangi PT Pekan Baru untuk mempertanyakan hal tersebut.

"Harusnya ada batas waktu, setelah putusan di PN ada waktu pengajuan banding. Tapi, itulah tugas dari Pengadilan Tinggi dan hakim pengawas," ujar Idris.

Seperti diketahui, jembatan muarasabak pasca kerusakan, ini terjadi pasca jembatan yang menyeberangi sungai batang hari itu ditabrak Tugboat PT Cipta Moda yang mengangkut batu bara pada akhir November 2014 lalu.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments