Rabu, 24 April 2019

Polres Tanjabtim Tangkap Bandar Narkoba di Sadu


Selasa, 08 Januari 2019 | 21:29:07 WIB


/ metrojambi.com

MUARASABAK – Seorang pria bernama Tamsir (35), Sabtu (5/1) dini hari, ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Tamsir ditangkap saat tengah tertidur di rumahnya yang beralamat di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjabtim.

Tamsir diduga merupakan bandar narkoba jenis sabu-sabu. Ia diduga sudah sekitar satu tahun menjalankan bisnis haram tersebut di wilayah Sadu. Guna proses lebih lanjut, saat ini Tamsir ditahan di Mapolres Tanjabtim.

Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Agus Desri Sandi, melalui KBO Satresnarkoba Ipda Rojak Lionel Sitanggang, saat pers rilis diruangannya menyampaikan, penangkapan Tamsir itu berawal dari adanya informasi yang diterima Sat Res Narkoba bahwa maraknya peredaran narkoba di Desa Air Hitam Laut.

Kemudian Anggota Satresnarkoba menindak lanjuti informasi itu dengan melakukan penyelidikan selama dua minggu. Hasil penyelidikan akhirnya diperoleh nama Tamsir sebagai bandar, dan kemudian dilakukan penangkapan.

Dari rumah tersangka Tamsir petugas menemukan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 7 jie, 29 pack pelastik kosong, 1 unit timbangan digital, satu buah sendok ukuran besar, satu buah sendok ukuran kecil, sepetangkat alat penghisap sabu lengkap dengan pipet dan pireknya, hendphone, serta uang tunai Rp 2 juta.

"Paket narkoba itu kita dapatkan di dalam jok sepeda motor tersangka, sementara pelastik dan peralatan hisap kita dapat di dapur rumah tersangka," ujar Rojak, Selasa (8/1).

Rojak menambahkan, dari pengakuan tersangka barang haram itu dipasok oleh MC alias Man Cebol yang juga menjadi target operasi petugas saat itu. Namun saat petugas kepolisian menggrebek ke rumahnya, MC berhasil meloloskan dir dengan terlebih dahulu sudah meninggalkan rumahnya.

"Barang narkoba itu sendiri akan diedarkan tersangka di wilayah Kecamatan Sadu. Tersangka sudah satu tahun menjadi bandar di desa Air Hitam Laut," sebut Rojak.

“Tersangka akan kita jerat dengan pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 Tahun Nomor 35 Tahun 2019 Tentang Narkotika dengan ancaman kurungan minimal 6 Tahun Penjara, maksimal 20 Tahun Penjara,” tandasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments