Rabu, 26 Juni 2019

Beranda Perempuan Ungkap Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi di Jambi Juga Dilakukan Oknum Dosen


Rabu, 09 Januari 2019 | 17:26:25 WIB


Launching hasil studi Beranda Perempuan terkait pelecehan seksual pada mahasiswi, Rabu (9/1)
Launching hasil studi Beranda Perempuan terkait pelecehan seksual pada mahasiswi, Rabu (9/1) / Metrojambi.com

JAMBI - Mahasiswi di Jambi tidak luput menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Ironisnya, sejumlah mahasiswi justru menjadi korban pelecehan seksual dari oknum dosen tempat ia kuliah.

Hal ini terungkap dari hasil studi yang dilakukan oleh komunitas Beranda Perempuan. Studi tersebut dilakukan dengan menyebar kuisioner kepada 250 responden yang merupakan mahasiswi di empat universitas di Jambi.

Bernadeta Dian selaku staf Riset dan Kampanye Beranda Perempuan menyampaikan, salah satu bentuk pelecehan seksual terhadap mahasiswi di Jambi berupa chat, baik gambar maupun pesan bernada seksual.

"Paling banyak dilakukan teman laki-laki dengan persentase 73,21 persen, kemudian pacar dengan persentase 23,16 persen, dan oknum dosen dengan persentase 3,6 persen," ungkap Bernadeta dalam acara launching hasil studi Beranda Perempuan terkait pelecehan seksual pada mahasiswi di kampus STISIP NH Jambi, Rabu (9/1).

Ditambahkan Bernadeta, selain chat, pelecehan seksual yang dialami mahasiswi juga berupa intimidasi dan pemaksanaan untuk berhubungan seksual. Bernadeta menyebutkan, kebanyakan pelakunya adalah pacar si mahasiswi itu sendiri, dengan persentase 37,50 persen.

"Urutan berikutnya adalah teman laki-laki dan dosen, dengan persentara sama, yakni 31 persen," ujar Bernadeta.

Lebih lanjut Bernadeta mengatakan, selain menyebar kuisioner pihaknya juga melakukan wawancara mendalam terhadap para responden. Hasilnya, diketahui jika para korban enggan untuk melapor.

"Keengganan para responden tersebut belum dapat dipastikan alasannya. Namun diduga ada pengaruh dari kultur pendidikan pada perguruan tinggi, seperti kuasa dosen terhadap mahasiswanya," pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments