Kamis, 20 Juni 2019

Musrenbang Desa di Sarolangun Terapkan E-Planning


Kamis, 10 Januari 2019 | 21:18:36 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN – Penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan tahunan, pemerintah daerah melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), di Sarolangun, sejak tahun lalu sudah menggunakan e-planning.

Kepala Bappeda Kabupaten Sarolangun melalui Kabid Pendanaan dan Kerja Sama Pembangunan, Maria Susanti, menyebutkan, tahun ini bukan hanya tingkat kecamatan dan kabupaten saja Musrenbang menggunakan e-planning, tingkat desa dan kelurahan juga akan menerapkan sistem yang sama.

“Mulai tahun ini Musrenbang tingkat desa juga akan menerapkan aplikasi e-planning, demikian juga tingkat kecamatan dan kabupaten, seperti tahun lalu tetap menggunakan e-planning,” kata Maria saat dikonfirmasi, Kamis (10/1).

Guna menyukseskan program e-planning tersebut, dalam minggu ini Bappeda akan melakukan pelatihan admin atau operator e-planning dari setiap desa.

“Kita sudah berkoordinasi dengan seluruh desa dan meminta mereka mengirimkan satu tenaga operator untuk dilatih terkait aplikasi e-planning. Kita minta setiap desa mengirimkan operator yang memahami tentang teknologi informasi (IT),” ujarnya.

Maria meyakini tidak ada kendala dalam penerapan e-planning di setiap desa. Sebab dirinya yakin setiap desa telah memiliki laptop dan orang yang bisa mengoperasikannya. Hanya saja kata dia, belum semua desa terjangkau jaringan internet. Namun itu bukan kendala yang berarti dan ada solusinya.

“Kalau masalah jaringan internet nanti, kalau memang di desa tak ada jaringan, operator bisa berpindah lokasi ke daerah yang ada sinyal internetnya saat menginput data ke aplikasi e-planning. Kalau mau menunggu jaringan internet lengkap, kapan kita bisa mewujudkan e-planning,” kata Maria.

Disebutkannya, jika e-planning di desa sudah terwujud, mungkin Kabupaten Sarolangun salah satu daerah yang pertama menerapkan e-planning di tingkat desa.

Hanya saja pihak desa diingatkan sejak awal dalam menginput kegiatan yang diusulkan untuk 2020 mendatang harus benar-benar yang menjadi prioritas dan tidak tumpang tindih dengan APBDes.

“Selain Musrenbang, hasil reses dewan juga sudah menerapkan e-planning,” ujarnya.

Setelah pelatihan operator e-planning desa selesai, maka diperkirakan sekitar 15 Januari hingga akhir Januari akan dilakukan Musrenbang desa dilanjutkan kecamatan dan kabupaten yang dilakukan sekitar Maret.

“Kalau bisa kita upayakan Musrenbang cepat selesai, sehingga kita bisa laksanakan proses selanjutnya,” jelasnya.

Untuk diketahui, aplikasi e-planning atau Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah memfasilitasi Bappeda dan SKPD dalam penyusunan program kerja. Sehingga perencanaan pembangunan dapat berjalan secara efektif, efisien dan terintegrasi. E-planning menjadi alat bantu dalam kegiatan perencanaan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments