Jumat, 18 Januari 2019

Warga Minta Kejari Bungo Usut Dugaan Korupsi ADD


Kamis, 10 Januari 2019 | 22:26:29 WIB


Warga Dusun Rambah, Kecamatan Tanah Tumbuh saat menggelar aksi di kantor Kejari Bungo, Kamis (10/1)
Warga Dusun Rambah, Kecamatan Tanah Tumbuh saat menggelar aksi di kantor Kejari Bungo, Kamis (10/1) / metrojambi.com

MUARABUNGO – Ratusan warga Dusun Rambah, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kamis (10/10), mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Bungo. Massa yang berjumlah ratusan itu meminta kepada pihak Kejari segera menindaklanjuti laporan mereka.

Sebelumnya, massa telah menyerahkan berkas dugaan penyelewengan dana oleh Rio (kepala desa).  Asari, koordinator aksi mengatakan masalag ini sudah sangat mengganggu bahkan merugikan masyarakat Dusun Rambah.

“Kami meminta kepada Kejari Bungo untuk mengusut kasus dugaan korupsi ini. Buktinya sudah ada, tunggu apa lagi,” teriak Asari saat melakukan orasi di depan kantor Kejari Bungo.

Sementara itu, Kepala Kejari Bungo Bimo Budi Hartono, menemui massa di depan gerbang. Bimo mengatakan, pihaknya akan mengusut kasus dugaan korupsi ini, jika sudah ada bukti yang valid dan kongkrit.

“Kasus ini akan kita usut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kita tidak bisa main hakim sendiri,” ujar Bimo.

Mendapatkan jawaban dari Kejari tersebut, massa semakin gencar dan terus melakukan orasi, mereka minta agar diproses secepatnya, karena bukti sudah mereka serahkan beberapa waktu yang lalu.

“Bukti-buktinya sudah kita serahkan beberapa waktu yang lalu,” tegas pendemo.

Lanjutnya, mereka menduga Rio Dusun Rambah ini diduga telah melakukan penyelewengan dana Anggaran Dana Desa (ADD)  tahun 2017 dan 2018.

“Pembangunan di dusun banyak yang tidak selesai dan ada juga yang tidak tersalurkan dananya ke penerima yang sudah dianggarkan di saat pengajuan pencairan dana tersebut. Kami minta Kejari Bungo agar usut kasus ini sampai tuntas,” pungkasnya.


Penulis: Budi Prasetyo
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments