Jumat, 18 Januari 2019

Terlibat PETI, Kades di Sarolangun akan Disanksi


Jumat, 11 Januari 2019 | 21:51:23 WIB


Penertiban PETI di Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu
Penertiban PETI di Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu / dok.metrojambi.com

SAROLANGUN - Masih maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Sarolangun hingga saat ini belum bisa diatasi. Pasalnya, disinyalir PETI juga melibatkan oknum kepala desa (kades).

Hal ini membuat Wakil Bupati Sarolangun, Hilallatil Badri berjanji memberikan sanksi tegas kepada oknum kepala desa yang terbukti terlibat dalam bisnis PETI.

"Kades yang terlibat akan kita tindak,” kata Hilal, Jumat (11/1).

Menurutnya, para Kades seharusnya menjadi contoh bagi warga dalam menjaga kelestarian lingkungan. Seperti yang dilakukan Desa Lubuk Bedorong yang Kades-dan masyarakatnya kompak melarang aktivitas PETI yang menggunakan alat berat.

“Harapan saya ini juga dapat ditiru oleh desa-desa lain, sehingga kelestarian alam kita juga terjaga. Ini juga untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Meski PETI masih marak, sejauh ini kata Hilal belum ada rencana pemerintah daerah akan melakukan razia. Kendalanya adalah ketersediaan anggaran untuk menerjunkan personil gabungan.

“Karena yang jadi kendala sekarang ini, persoalan pembiayaan anggaran untuk personel kita. Jadi, memang belum dapat kita lakukan razia untuk lakukan penindakan terhadap pelaku PETI,” bebernya.

Untuk diketahui, lokasi PETI tersebar di sejumlah kecamatan di Sarolangun. Diantaranya, Kecamatan Limun, Batang Asai, Cermin Nan Gedang dan Bathin VIII bahkan ada di Kecamatan Sarolangun.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments