Selasa, 18 Juni 2019

Nasdem Minta Fauzi Yusuf Dicoret dari DCT


Jumat, 11 Januari 2019 | 22:20:26 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

BANGKO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Merangin, Jumat (11/1), kembali menggelar sidang lanjutan sengketa pemilu legislatif 2019. Sidang yang digelar di sekretariat Bawaslu Merangin, Jumat (11/1) pagi itu beragendakan penyampaian kesimpulan dari Pelapor yaitu Badri Husin dan Edi Suratno untuk terlapor Fauzi Yusuf, Wakil Ketua DPRD Merangin.

Badri Husin yang juga anggota DPRD kepada majelis hakim menyampaikan bahwa Partai Nasdem sangat keberatan dengan keberadaan Fauzi Yusuf yang masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Merangin, sementara Fauzi sendiri bukan lagi kader Nasdem.

Selain itu, mereka juga minta pihak penyelenggara pemilu untuk mencoret nama Fauzi Yusup yang saat ini terdaftar sebagai caleg dari Demokrat. "Kalau nyaleg dari partai lain, posisi sebagai anggota DPRD harusnya langsung mengundurkan diri. Tapi ini beliau masih jadi pimpinan di DPRD Kabupaten Merangin," kata Badri Husin.

Fauzi Yusuf merupakan pimpinan di DPRD Kabupaten Merangin. Dia duduk di DPRD ini melalui perahu Nasdem, namun belakangan Fauzi diam-diam tak dianggap lagi sebagai kader Nasdem, hal itu dibuktikan dengan tidak bisanya Fauzi untuk kembali nyaleg diperahu Nasdem. Karena keinginan untuk mengabdi masih kuat, maka Fauzi memilih untuk pindah partai ke Demokrat.

Badri menyebut, pihaknya akan berusaha keras untuk melengserkan Fauzi sebagai anggota DPRD Kabupaten Merangin dan mencoret Fauzi dari DCT. "Kami berharap demikian. Tapi kita tunggulah keputusan sidang," katanya lagi.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Merangin Albert Trisman dan dihadiri beberapa anggotanya itu tanpa dihadiri terlapor (Fauzi Yusup, red). Terlapor mengutus Muhlisin sebagai orang kepercayaannya untuk menyampaikan kesimpulan.

Muhlisin ketika dikonfirmasi usai sidang mengatakan bahwa Fauzi Yusup saat ini sedang sakit. Menurut Muhlisin, melihat fakta dipersidangan selama ini, tidak ada argumentasi hukum yang jelas disampaikan oleh pelapor kepada terlapor.

"Gugatan-gugatan itu tidak berpengaruh. Kami berkeinginan Bawaslu memutuskan tidak mencoret bapak Fauzi sebagai daftar calon tetap yang ditetapkan oleh KPU Kabupaten Merangin," kata Muhlisin.

Sebelumnya, Badri Husin menyebut bahwa Fauzi Yusuf tidak pernah melampirkan surat pengunduran diri dari partai maupun anggota DPRD kepada Nasdem. Tau-taunya Fauzi sudah pindah partai dan sekarang sudah ditetapkan sebagai Daftar Caleg Tetap.

"Kalau benar tidak mengajukan diri dari Nasdem, kalau apa dasar pengajuan pengunduran diri,  Kita juga tak mungkin menerima nama kalau tidak mengajukan pengunduran diri. Logika hukumnya tidak logis. DPRD Harus melaporkan bukti surat pengunduran diri dari partai Nasdem, di KPU tidak ada masalah, jika ada masalah, tak mungkin KPU menetapkan Fauzi sebagai DCT," terangnya.

Muhlisin yang juga sebagai Sekretaris Demokrat merangin ini menjelaskan bahwa Nadem seperti mengada-ada. Tak mungkin Demokrat menerima kader Partai lain untuk bergabung ke Demokrat tanpa adanya surat pengunduran diri.

Selain itu, persyaratan untuk menyampaikan ke KPU juga harus ada surat pengunduran diri. Jika tak ada surat pengunduran diri, mustahil KPU bisa menetapkan Fauzi sebagai Caleg Tetap. "Bisa panjang urusan kalau tidak melampirkan surat pengunduran diri. KPU bisa digugat ke DKPP. Jadi alasan Nasdem untuk mempermasalahkan DCT pak Fauzi tidak logis," jelasnya.

Setelah terlapor dan pelapor menyampaikan hasil kesimpulan, ketua masjid hakim Albert Trisman langsung menutup jalannya sidang. "Sidang ditunda dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda putusan hakim," pungkasnya.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments