Minggu, 15 September 2019

Hadiyandra Ikut Komentari Polemik Ketidakikutsertaan Sungai Penuh di Gubernur Cup


Rabu, 09 Januari 2019 | 21:46:18 WIB


Hadiyandra saat menjabat Sekjen PSSI
Hadiyandra saat menjabat Sekjen PSSI / bola.net

SUNGAIPENUH - Persoalan PS Kota Sungai Penuh tidak mengirimkan tim ke ajang olahraga terbesar di Provinsi Jambi yakni Gubernur Cup berbuntut panjang. Tidak hanya mendapat tanggapan dari mantan Ketua PSSI Sungai Penuh Fikar Azami, namun hal tersebut juga menyita perhatian banyak pihak.  

Bahkan mantan Sekjen PSSI, Hadiyandra pun ikut angkat bicara. Melalui akun media sosial facebook miliknya, Hadiyandra menuliskan surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua KONI Sungai Penuh, Toni Indrayadi.

Selain itu, dia juga menilai langkah Ketua PSSI Provinsi Jambi menunjuk Plt Ketua PSSI Sungai Penuh dari Kabupaten Merangin, merupakan keputusan yang keliru.
Menurut dia selaku insan yang pernah berkecimpung di sepakbola, mulai dari level kampung sampai dengan nasional, dirinya sangat memahami substansi dan roh persepakbolaan. Dirinya juga sangat familiar dengan statuta PSSI, dan dirinya juga ikut membidani lahirnya Statuta Asprov PSSI.

"Terkait hal yang viral di "kota kecil" kita ini tentang tidak dikirimnya tim sepakbola ke ajang turnamen sekelas Gubernur Cup Jambi,  (yg bukan agenda resmi PSSI) beberapa hal ingin sy sampaikan," tulisnya, Selasa (8/1) malam.

Diungkapkannya, dirinya baru tahu ternyata penggantian sekaligus penunjukan Plt Ketua PSSI Kota Sungai Penuh dilakukan saat perhelatan turnamen tinggal menghitung hari. Anehnya,  penunjukan Plt tidak dikoordinasikan dengan pemerintah kota dan jajaran PSSI yang ada di Sungai Penuh.

"Kalaupun saya diajak berkomunikasi, tentu saat itu saya tidak berkeberatan karena sebagai mantan Sekjen PSSI yang rasanya pantas didengar sumbang sarannya, terutama lagi saya sebagai putra daerah," ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, penunjukan Plt juga terkesan "gagal paham statuta". Betapa tidak, Fikar Azami adalah Wakil Ketua Umum PSSI Provinsi Jambi, yang putra daerah Sungai Penuh tidak diajak bicara dlm forum Rapat Exco PSSI, terlepas dia sebagai mantan ketua PSSI Sungai Penuh.

"Padahal, keputusan organisasi PSSI, pada level manapun, adalah kolektif kolegial. Ketua PSSI, sekali lagi, pada level apapun,  hanya menjalankan keputusan organisasi yang teknisnya didelegasikan kepada sekretaris organisasi," terang Hadiyandra, yang juga mertua Fikar Azami ini.

Dia juga menjelaskan, psikologis organisasi,  penunjukan Plt saat urgen adalah ketua PSSI provinsi gagal daya jangkau mindsetnya.

PSSI sejak lahir selalu memikirkan kepentingan organisasi yang berdampak pada masyarakat luas. Mana mungkin Plt bisa berkoordinasi dalam waktu singkat, apalagi Plt yang ditunjuk tidak mengenal sama sekali kultur sepakbola dan masyarakat Sungai Penuh.   

"Tentu pada skala ini,  wajar saya berpikir ada hal yang terkonspirasi dalam penunjukan Plt yang tidak melibatkan masyarakat sepakbola Kota Sungai Penuh," ungkap Hadiyandra yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh.

Tidak hanya itu, kata dia, sepakbola adalah sepakbola,  yang berkontribusi langsung dengan persatuan dan kesatuan bangsa, perekat NKRI. Manakala dikelola dengan tujuan pragmatis,  maka kegagalan berorganisasi dalam sepakbola tak akan terbantahkan. Menjiwai sepakbola bagi pengurusnya adalah keniscayaan.

Melangkah seirama dari dua ayunan kaki yang setara adalah filosofi berorganisasi. Ketika dua kaki itu tak beraturan,  maka berbelok zigzag lah organisasi dibuatnya,  tidak beraturan dan tak tentu arah yang mau dituju.

"Atas dasar inilah,  sebagai insan bola,  saya berharap saudara ketua KONI Kota Sungai Penuh segera bersikap untuk membenahi cara berorganisasi, terutama cabor sepakbola. Saya berpikir,  saudara layak berkirim surat kepada PSSI Provinsi Jambi atas langkah blunder yang mereka lakukan terhadap sepakbola kita," ungkapnya.

"Harapan ini bertujuan agar tidak berkembang liar di masyarakat bola yang berakibat perpecahan. Kita cinta negeri ini,  maka kitalah yang harus memperjuangkannya, bukan orang-orang luar yang tidak memahami kultur sepakbola dan masyarakat kita," jelasnya menutup tulisannya.

Sementara itu, Ketua KONI Sungai Penuh, Toni Indrayadi, juga berpendapat sama. Dirinya juga menyayangkan Plt Ketua PSSI Sungai Penuh yang ditunjuk bukan putra daerah Kota Sungai Penuh.

"Dari awal kita sudah menyayangkan, memang seharusnya yang menjadi Plt Ketua PSSI Sungai Penuh berasal dari Sungai Penuh, agar mudah melakukan koordinasi," ungkapnya.


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments