Senin, 14 Oktober 2019

Ashrawi: Pemerintah Trump Mitra Israel Serang UNRWA-Pengungsi Palestina


Selasa, 22 Januari 2019 | 10:25:24 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

RAMALLAH -Anggota Komite Eksekutif PLO Hanan Ashrawi mengatakan keputusan provokatif pemerintah Israel untuk menyerang pengungsi Palestina di Jerusalem, termasuk penutupan lembaga UNRWA, adalah penghinaan terhadap hukum internasional.

Perbuatan itu juga menghina hukum kemanusiaan internasional serta keinginan masyarakat internasional sebagaimana disampaikan di dalam berbagai resolusi PBB.

"Rencana ini adalah bagian dari strategis Israel yang lebih luas yang bertujuan mengusir dan menggusur rakyat Palestina melalui pembersihan etnik dan aksi kejahatan lain guna menancapkan cengkeraman rejim kolonialnya," kata satu pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Ashrawi setelah keputusan oleh apa yang disebut Dewan Keamanan Nasional di kantor Perdana Menteri Israel menyetujui rencana untuk mengakhiri kehadiran UNRWA di Jerusalem.

Israel membidik Badan PBB yang diberi mandat oleh Sidang Majelis Umum PBB untuk beroperasi di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Jerusalem Timur, serta Suriah, Lebanon dan Jordania, kata pernyataan tersebut, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara seperti dikutip metrojambi.com di Jakarta, Senin malam.

"Kehadiran sah UNRWA yang disambut baik di Jerusalem mendahului dan menggantikan pendudukan tidak sah militer Israel atas kota itu."
"Israel adalah kekuatan pendudukan di Palestina. Israel tak memiliki hak kedaulatan di ibu kota kami atau hak apapun untuk memberlakukan agenda kolonialnya atas masyarakat internasional, Jerusalem, atau wilayah lain Palestina yang manapun," ia menambahkan.

Pengungsi Palestina adalah korban pembersihan etnik yang dilakukan oleh pasukan Israel selama berdirinya Israel, katanya."Pengusiran dan penderitaan mereka yang berlanjut adalah konsekuensi dari penghindaran Israel atas tanggung-jawabnya ke arah pengungsi serta penolakan sengajanya terhadap hak asasi manusia dan nasional yang mendasar," kata Ashrawi.

"Dalam aksinya terhadap Jerusalem, pengungsi Palestina dan UNRWA, Israel diperkuat oleh keputusan sepihak dan tidak sah Pemerintah AS terhadap hak asasi manusia Palestina," katanya.

Itu semua meliputi pemutusan dana UNRWA serta sikap lain yang bertujuan mendahului masalah status akhir serta merusak hak nasional rakyat Palestina. Pemerintah Presiden AS Donald Trump adalah mitra Israel dalam aksi keji tersebut, kata Ashrawi.

"Kami menyeru semua pemerintah untuk melaksanakan tanggung-jawab mereka dalam menghadapi kegiatan Israel-Amerika yang merusak ini. Negara anggota PBB harus mempertahankan UNRWA dan pengungsi Palestina serta status hukum Jerusalem dan melakukan tindakan guna membela landasan tatanan internasional," demikian kesimpulan pernyataan tersebut.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments