Sabtu, 8 Agustus 2020

Proses UKK di 178 SMK Akan Diawasi Langsung oleh Disdik Jambi


Senin, 21 Januari 2019 | 23:40:05 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi akan mengawasi Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) di 178 SMK seperti Provinsi Jambi agar sesuai standar nasional. Ini dilakukan setelah tahun sebelumnya UKK hanya dilakukan sesuai standar sekolah saja karena belum diawasi langsung oleh Disdik.

Hasilnya banyak lulusan yang tidak menguasai keahliannya sesuai  standar nasional,  yang berefek kepada rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja. Padahal sertifikat UKK ini penting. Buktinya tahun ini sertifikat ini sudah dijadikan sertifikat pendamping ijazah.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Harizal melalui Kepala Seksi Penilaian dan Kurikulum SMK Svempry menyampaikan pihaknya kini tengah dalam proses penetapan verifikator dari Disdik.

Nantinya pihak ini akan menentukan sekolah mana saja yang layak sebagai tempat UKK. "Tidak semua SMK bisa jadi tempat UKK, syaratnya ketat dan sesuai standar," ujarnya, Senin (21/1).

Svempry menyampaikan bahwa ketentuan yang harus dilewati sekolah untuk jadi tempat pelaksana SMK adalah peralatan ujian, ruang praktek, penguji internal dari guru sekolah dan penguji eksternal dari mitra sekolah selain itu syarat mutlaknya adalah SMK tersebut harus terakreditasi baik.

"Makanya, verifikasi ini juga sebagai bahan evaluasi bagi SMK yang ada selama ini. Dan dipastikan tidak semua sekolah akan jadi tempat UKK, dari 58 bidang studi yang dites," tuturnya.

Pentingnya UKK ini, kata Svempry, adalah untuk menguji siswa agar kompeten, karena sertifikat ini sudah ditetapkan nasional dalam mencari pekerjaan untuk lulusan SMK nantinya.

Menariknya dalam tes yang direncanakan pada 1 April hingga 3 Mei mendatang, siswa yang tidak lulus bisa mengulang kembali hingga lulus.

"Jangka waktunya kan lama, jadi bisa ulang dan belajar lagi jika tidak lulus, waktunya sendiri kita setelah UN memang agak lama karena juga sesuaikan dengan jumlah siswa SMK," terang Svempy.

Untuk proses verifikasi sendiri, Svempry menjadwalkan pada bulan Februari sudah bisa dimulai oleh pihaknya.

"Nantinya bisa kita lihat berapa sekolah yang layak, jadi sekolah yang tidak layak akan ikut UKK di jurusan SMK terdekat dari sekolah tersebut," imbuhnya.

Secara umum dijelaskannya, untuk 58 bidang keahlian masih didominasi oleh tiga jurusan terbanyak. Yakni bisnis manajemen, Teknik Sepeda Motor (TSM), dan multimedia.

"Tahun sebelumnya memang tidak terback-up oleh kita, sehingga lulusannya banyak yang belum sesuai standar nasional," tandasnya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments