Senin, 3 Agustus 2020

Sepanjang 2018 Ratusan Warga Jambi Terserang DBD, Masyarakat Diminta Waspada


Selasa, 22 Januari 2019 | 06:35:43 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Musim hujan masih melanda Provinsi Jambi. Di saat seperti ini, wabah demam berdarah dengue (DBD) sering kali menyerang. Karena itu warga diminta benar-benar waspada. Apalagi kasus DBD di Provinsi Jambi tergolong cukup tinggi.

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat, selama 2018 ditemukan ratusan kasus DBD.

"Ada data terbaru sebanyak 802 kasus DBD yang kami temukan sepanjang tahun 2018 ini berdasarkan laporan dinas kesehatan kabupaten/kota yang masuk," kata Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) dinas kesehatan provinsi Jambi Eva Susanti, Senin (21/1).

Dari ratusan warga yang terserang di Provinsi Jambi itu, 2  diantaranya meninggal dunia. "Ya, ada 2 orang diantaranya meninggal dunia, dan kasus banyak dialami oleh usia anak-anak yang memang rentan terserang DBD," tuturnya.

Dari jumlah kasus DBD tersebut, dirincikan pada bulan Januari tercatat sebanyak 95 kasus, bulan Februari 51 kasus, Maret 45 kasus, April 51 kasus, Mei 49 kasus, Juni 38 kasus, Juli 34 kasus, Agustus 86 kasus, September 82 kasus, Oktober 74 kasus dengan 1 kasus meninggal, November 102 kasus dan Desember 95 kasus serta 1 meninggal.

Sementara, untuk data perJanuari ini, Eva menyebut kasus DBD terbanyak ada di Kota Jambi dengan jumlah 62 orang dari total 95 orang penderita.

"Disusul Batanghari 18 orang, Muaro Jambi ada 6 orang, Tanjung Jabung Barat dan bungo ada 2 orang. Sedangkan Tanjung Jabung timur, Sarolangun, Merangin, Kerinci dan Sungai Penuh itu hanya 1 orang saja," jelas Eva.

Ditemukan banyaknya gejala DBD itu, kata Eva, disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar mereka dari jentik-jentik nyamuk.

"Faktor musim penghujan seperti ini lah dampak utama perkembangbiakan nyamuk dilingkungan yang kotor juga meningkat," paparnya.

Namun, dibandingkan data pertahun 2016 lalu, Eva mengatakan, adanya penurunan kasuss DBD. Yangmana pada saat itu terdapat ribuan kasus DBD di Provinsi Jambi.

Oleh karenanya, dia meminta masyarakat harus benar-benar waspada terhadap ancaman DBD, diantaranya yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

Selain itu, menurut Eva, yang paling efektif dalam pencegahan demam berdarah yaitu dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M yaitu menguras, menutup, mengubur dan mendaur ulang barang bekas.

"Sangat diperlukan adanya gerakan dari masyarakat itu sendiri untuk menerapkan pola hidup bersih, dan juga melakukan PSN di lingkungannya masing-masing. Dimana ada air tergenang itu dibersihkan dan harus rutin dilaksanakan minimal satu kali seminggu," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments