Rabu, 20 Oktober 2021

Angka Penderita Kusta di Tanjabtim Meningkat

Rabu, 23 Januari 2019 | 10:57:54 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARASABAK - Penderita penyakit menular kusta atau lepra di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) pada tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017 lalu. Tahun 2018 tercatat ada 44 kasus penderita kusta yang ditemukan di Tanjabtim.

"Sedangkan tahun 2017 lalu hanya sebanyak 32 kasus penderita Kusta. Jadi penyakit itu meningkat dibandingkan tahun 2017," kata Kepala Dinas Kesehatan,  melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Jumati, SKM, Selasa (22/1).

Jumati menjelaskan, meningkatnya data pengidap kusta setelah Dinas Kesehatan melakukan upaya-upaya dengan memerintahkan petugas untuk kontak serumah. Artinya, petugas mendatangi rumah dan mencari langsung penderita Kusta.

"Kemudian adanya Program Indonesia Sehat Peningkatan Keluarga (Pispeka). Dimana petugas juga turun langsung ke setiap warga untuk diperiksa kesehatannya. Jadi semua kasus yang ditemukan, langsung dilaporkan. Makanya, angka kasus kusta ini meningkat" jelasnya.

Dikatakannya lagi, kusta disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium leprae. Kondisi ini terutama mempengaruhi kulit, mata hidung, dan saraf perifer.

"Cara penyebarannya, melalui uap air udara pernapasan (batuk atau bersin)," ungkapnya.

Ditambahkannya, gejala Kusta seperti bercak-bercak berwarna terang atau kemerahan di kulit disertai dengan berkurangnya kemampuan merasa, mati rasa dan lemas pada tangan dan kaki.

"Kusta dapat disembuhkan dengan terapi sejumlah obat selama 6-12 bulan. Penanganan dini akan menghindarkan dari kecacatan," tandasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments