Selasa, 2 Juni 2020

Bantu Pengembangan Kopi Arabika, Dinas Perkebunan Kerinci Siapkan 80 Ribu Bibit


Rabu, 23 Januari 2019 | 20:45:03 WIB


Bupati bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Kerinci saat memanen kopi arabika milik salah seorang warga
Bupati bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Kerinci saat memanen kopi arabika milik salah seorang warga / metrojambi.com

KERINCI - Dinas Perkebunan dan Peternakan kabupaten Kerinci pada tahun 2019 ini tidak hanya menyiapkan bibit Kopi Arabika untuk kelompok tani, namun juga disiapkan untuk perseorangan atau non kelompok. Hal tersebut untuk mengembangkan kopi Arabika Kerinci yang telah memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi lainnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci Efrawadi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa, pihaknya terus melakukan pengembangan penanaman kopi arabika di sejumlah wilayah dalam kabupaten Kerinci.

"Ya, pada 2019 ini kita dapat bantuan bibit dari APBN melalui dinas Perkebunan provinsi untuk lahan 500 hektare, itu untuk kelompok tani," terang Efrawadi, Rabu (23/1).

Selain untuk kelompok, lanjutnya pihaknya juga mengakomodir sekitar 80 ribu bibit kopi Arabika untuk non kelompok atau perseorangan. Hal tersebut agar masyarakat yang tidak masuk dalam kelompok bisa mengembangkan kopi arabika Kerinci.

"Untuk individu yang tidak tergabung dalam kelompok tani, kita sudah siap bibit, bibit itu untuk petani yang miliki lahan tak digarap bisa ajukan bibitnya karena kita siapkan 80 ribu tahun ini," ujar Efrawadi.

Ditanya syarat untuk mendapatkan bibit kopi arabika itu ? Kata Efrawadi, diajukan surat ke Dinas dengan melampirkan KTP setelah itu langsung dicek lahannya untuk dilakukan verifikasi.

"Kriterianya tidak ada, yang jelas lahan tempat tanamnya sekitar 1000 MDPL, sebab kopi arabika bisa ada cita rasanya diatas 1000 MDPL," ujarnya.

Dikatakannya lagi, alokasi bibit kopi arabika tersebut bertambah dari tahun 2018 lalu, karena tahun lalu hanya disiapkan bibitnya 50 ribu, sedangkan permintaannya mencapai 200 ribu.

"Maka pada tahun ini kita tambah, tapi tidak semua yang diakomodir nantinya, karena bibit yang ada hanya ada 80 ribu," tandasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments