Senin, 17 Juni 2019

SKK Migas-Petrochina Serahkan Fasilitas Belajar Untuk SAD


Senin, 28 Januari 2019 | 10:42:34 WIB


President PetroChina International Companies untuk Indonesia Gong Bencai tengah membubuhkan tandatangan pada prasasti pendirian bangunan fasilitas ruang kelas dan layanan kesehatan bagi anak Suku Anak Dalam (SAD) di Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Minggu
President PetroChina International Companies untuk Indonesia Gong Bencai tengah membubuhkan tandatangan pada prasasti pendirian bangunan fasilitas ruang kelas dan layanan kesehatan bagi anak Suku Anak Dalam (SAD) di Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Minggu / istimewa/antara

JAMBI-SKK Migas bersama PetroChina menyerahkan bantuan program tanggungjawab sosial bagi komunitas adat terpencil Suku Anak Dalam (SAD) berupa fasilitas belajar dan ruang layanan kesehatan di Desa Bukit Suban, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

"Ini pertama kali PetroChina membantu fasilitas SAD, dan ini merupakan komitmen perusahaan, tidak hanya membantu mereka yang tinggal di wilayah operasi saja," kata Presiden PetroChina International Companies untuk Indonesia Gong Bencai di Sarolangun, Senin.

Ia yang hadir pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan itu juga bagian dari upaya pihak perusahaan untuk mengenal komunitas Suku Anak Dalam.

Ia menyebut, bila CSR biasanya digulirkan di wilayah operasi saja, namun kegiatan kali ini berbeda. Kawasan itu termasuk komunitas yang ada diluar wilayah operasi, dan pihaknya memulai dari suku anak dalam yang ada di Jambi.

"Ke depan perusahaan berkomitmen membantu pembangunan yang sudah direncanakan oleh pemerintah dan sebenarnya tidak hanya komunitas terpencil tapi akan menyeluruh yang membutuhkan bantuan," kata Gong Bencai.

Kepala SKK Migas perwakilan Sumbagsel Adiyanto Agus Handoyo mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari kegiatan hulu migas bekerja sama dengan Kemensos Dirjen Pembinaan Adat Terpencil yang diharapkan bisa bermanfaat dan dimanfaatkan sebaik mungkin.

Ia menjelaskan bahwa program itu merupakan bagian dari program pengembangan yang ada di dalam perjanjian kontrak kerja sama bahwa kontraktor yang berada dalam wilayah kerja juga memiliki kewajiban mengembangkan sekitar wilayah kerja.

"Kami namakan programnya sebagai program tanggungjawab sosial, kami sinkronkan dengan apa yang menjadi aspirasi daerah, seperti halnya pengembangan wilayah Suku Anak Dalam di sini" katanya.

Program CSR itu baik di bidang ekonomi, pendidikan maupun kesehatan maupun di bidang pengembangan dalam wilayah masyarakat itu sendiri.

"Intinya bagaimana kemudian masyarakat sekitar ini merasakan program hulu migas itu sendiri, dan kami berkomitmen untuk hal tersebut," katanya menambahkan.


Penulis: Herri Novealdi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments