Kamis, 21 Februari 2019

Bank Mandiri Raih Laba Rp 25 Triliun


Senin, 28 Januari 2019 | 19:35:56 WIB


/

JAKARTA- PT Bank Mandiri Persero Tbk menikmati laba bersih Rp25,02 sepanjang 2018 atau naik hingga 21,2 persen secara tahunan (yoy) ditopang pergeseran penyaluran kredit ke segmen korporasi dan ritel, sembari menghapus buku secara signifikan kredit bermasalah.

Direktur Utama Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa perseroan menggeser prioritas kreditnya ke segmen korporasi dan ritel, dan memperbaiki kredit bermasalah dari segmen komersial dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

"Kita memang ada pergeseran penyaluran kredit. Kita perbesar korporasi, dan mikro agar lebih agresif, dibanding komersial dan small medium enterprise (usaha kecil dan menengah)," kata dia.

Di 2018, emiten bersandi BMRI itu bahkan memperbaiki rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) dengan menghapus buku (write off) hingga Rp13 triliun. Alhasil NPL gross Mandiri terpangkas menjadi 2,75 persen dari 3,46 persen.

Sepanjang tahun lalu, kredit Mandiri tersalurkan Rp820,1 triliun atau naik 12,4 persen (yoy).

Sumber laba Mandiri, tidak hanya ditopang pendapatan bunga bersih, namun juga pendapatan berbasis komisi atau non bunga. Pendapatan bunga bersih atau pendapatan yang diambil dari suku bunga, hanya tumbuh 5,07 persen menjadi Rp 54,62 triliun pada akhir 2018.

Pertumbuhan pendapatan bunga yang satu digit itu dikompensasi pendapatan non bunga yang melejit hingga 20,1 persen menjadi Rp28,4 triliun.

Dari pendapatan bunga bersih itu, Mandiri mengelola marjin bunga bersih (NIM) di 5,74 persen atau turun 0,09 persen dibanding 2017.

"Meski turun, tapi tipis sekali. NIM bank-bank lain bisa turun hingga 20 basis poin," ujar dia.

Sementara itu, Mandiri tampaknya harus lebih getol menghimpun pendanaan. Di 2018, Dana Pihak Ketiga (DPK) Mandiri hanya tumbuh 3,1 persen (yoy) menjadi Rp840 triliun.

Tiko, sapaan akrab Kartika, mengakui pertumbuhan tersebut cukup rendah. Namun dari keberlanjutan pendanaan, Mandiri mengalami perbaikan, hal ini terlihat dari tingkat rata-rata keseimbangan (average balance) yang naik 7,2 persen.

Laba Mandiri juga menebal karena biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) turun dari Rp15,95 triliun menjadi Rp14,18 triliun di akhir 2018, yang berarti selisih sebesar Rp1,76 triliun masuk ke laba bersih.

Secara konsolidasi, Mandiri mengumpulkan aset konsolidasi perseroan menjadi Rp1.202,3 triliun. 


Penulis:
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments