Senin, 8 Maret 2021

Dewan Soroti Kualitas Air PDAM Tirta Sako Betuah


Senin, 28 Januari 2019 | 20:33:10 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN - Kualitas air bersih yang berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sako Betuah hingga saat ini masih menjadi sorotan DPRD Kabupaten Sarolangun. Bahkan setiap kali hearing, soal kualitas air bersih PDAM selalu dipertanyakan. N

amun hingga saat ini hasilnya belum juga memuaskan. Hal itu disampaikan Muslim Hamzah, Wakil Ketua Komisi II, usai hearing dengan PDAM Kabupaten Sarolangun, kemarin.

“Ini sudah sering kali kami sampaikan soal kualitas air bersih milik PDAM,” ujar Muslim, Senin (28/1).

Ditambahkan Muslim, ia sangat berharap PDAM Sarolangun bisa lebih fokus untuk meningkatkan kualitas air bersih yang dikelolanya. Sebab masyarakat Sarolangun tentu sangat berharap kualitas air dari PDAM yang memadai.

“Coba bayangkan jika masyarakat bikin sumur bor berapa lagi biaya yang dikeluarkan. Kalau air PDAM bersih dengan biaya yang murah, masyarakat lebih memilih pasang PDAM,” kata Muslim.

Karena itu, Muslim menekankan agar PDAM harus bisa meningkatkan kualitas di 2019 ini. Sebab dalam hal ini pemerintah daerah sudah membantu dengan menyertai modal kepada PDAM sebesar Rp 10,5 miliar.  

Dana ini dibagi menjadi Rp 4,5 miliar untuk intake daerah panti. Sementara sisanya merupakan penyertaan modal Pemkab terhadap PDAM seperti untuk perbaikan-perbaikan saluran dan sebagainya.

“Dengan bantuan penyertaan modal ini, komisi II berharap bahwa PDAM bisa lebih optimal dalam pelayanan baik itu menyuplai air bersih yang berkualitas kepada masyarakat. Sehingga menambah minat pelanggan baru PDAM ketimbang masyarakat membuat sumur bor,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Sako Betuah Sarolangun Sargawi tak menapik soal kritikan dan saran anggota dewan. Namun menurut Sargawi, kualitas air bersih yang kerap dikeluhkan berada di unit pelayanan di kecamatan.

“Kalau di dalam kota saya rasa kualitas air bersih sudah bagus dan tidak ada masalah. Apalagi dengan ketersediaan air baku kita yang ada saat ini,” kata Sargawi.

Kendalanya, sebut Sargawi, sering terdapat di bagian unit pelayanan. Pertama terkendala kualitas air baku yang sangat berpengaruh dan perlu perhatian khusus dalam pelayanannya dan dalam prosesnya harus pas sebagai contoh pembersihan bak penampungan dan lainnya.

Namun Sargawi mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi secara keseluruhan. Bahkan ini dituangkan dalam fakta integritas. “Jika ada masalah seperti kualitas air tidak bisa diselesaikan maupun masalah lain dalam tiga bulan, otomatis kami evaluasi,” tandasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments