Rabu, 22 Mei 2019

Terdakwa Kasus Dana PAUD Dituntut 3,5 Tahun Penjara


Senin, 04 Februari 2019 | 12:31:15 WIB


Terdakwa kasus dana PAUD Heriya saat mendengarkan tuntutan jaksa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (4/2)
Terdakwa kasus dana PAUD Heriya saat mendengarkan tuntutan jaksa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (4/2) / Metrojambi.com

JAMBI -- Heriyah, terdakwa kasus dugaan korupsi dana insentif guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) percontohan PKBM Murni dan CBC tahun 2014-2016, dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun).

Menurut jaksa, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 KUHP.

"Menuntut terdakwa Hariyah dengan tuntutan selama 3 tahun dan 6 bulan," kata jaksa Handoko di hadapan majelis hakim yang diketui oleh Dedy Muckti Nugroho, Senin (4/2).

Selain hukuman penjara, jaksa juga menuntut terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp 200 juta subsidar 4 bulan penjara. Tidak hanya itu, Heiya juga dibebankan uang penganti sebesar Rp 1.68 miliar.

"Dengan ketentuan jika tidak dibayar satu bulan setelah putusa tetap maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk mengganti kerugian negara. Jika tidak mencukupi diganti dengan kurungan selama 6 bulan," kata jaksa.

Menanggapi tuntutan ini, penasehat hukum terdakwa, Suhairi, menyatakan akan menyampaikan pembelaan bagi kliennya. "Kita akan ajukan pembelaan," katanya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini mantan Ketua PAUD Percontohan ini diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,068 miliar.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments