Jumat, 15 November 2019

APK di Bungo Banyak yang Rusak


Minggu, 03 Februari 2019 | 22:24:13 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARABUNGO – Bukan hanya semrawut, pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK)  di Kabupaten Bungo banyak yang rusak. Kerusakan APK diduga disengaja dilakukan orang yang tak dikenal. Seperti yang sering terjadi di Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas. Beberapa APK sengaja dirusak oleh tangan-angan jahil.

Abul Qodir Umar warga Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, sekaligus Caleg DPRD Kabupaten, menyayangkan pengrusakan APK.

"Kerusakan APK sangat disayangkan sekali, karena itu merupakan simbol untuk demokrasi. Ini bukan sekali atau dua kali saja APK dirusak oleh orang yang tak dikenal, ini sudah sekian kalinya APK ini dirusak," ujar Abdul Qodir, Minggu (3/2).

Ia meminta kepada Panwas Tanah Sepenggal Lintas untuk  lebih ketat dalam pengawasan, karena perusakan ini katanya cukup berdampak kepada masyarakat yang sepertinya teradu domba.

"Jelas ini dirusak dengan sengaja, sedangkan pelaku perusakan tidak tahu. Akhirnya timbul dampak sesama masyarakat diadu domba, dengan ini kami meminta ke Panwas Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas agar ketat pengawasannya, tangkap pelaku itu," ujarnya.

Sementara itu Ketua Panwas Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Yasir membenarkan adanya perusakan APK pihaknya telah melakukan pengecekan bersama pihak terkait.

"Kita sudah melakukan prosedur sesuai dengan tahapan dan SOP ke pengawasan. Kita sudah melakukan upaya pencegahan dengan koordinasi dengan Datuk Rio, PPL dan pemangku jabatan untuk menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan perusakan APK, kemudian kami dari Panwas juga sudah melakukan upaya pengawasan investigasi kelapangan untuk menindak lanjuti APK yang dirusak," jelas Yasir.

Yasir menjelaskan jika pelaku pengrusakan berhasil diamankan, maka terancam pidana penjara. Ia mengatakan UU No 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum, (pasal 521 jo pasal 280 ayat 1 huruf g). "Sanksi pidana penjara paling lama 2 tahun dengan denda paling banyak Rp 24 juta," pungkasnya.


Penulis: Budi Prasetyo
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments