Sabtu, 23 Maret 2019

Disdik Kota Jambi Buat Aturan Terkait Kehadiran Guru


Rabu, 06 Februari 2019 | 22:09:58 WIB


ilustrasi
ilustrasi / dok.metrojambi.com

JAMBI – Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga kependidikan dan guru di Kota Jambi, baik yang berstatus pegawai negeri maupun honor diminta untuk selalu mentaati aturan yang ada.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi sendiri sudah membuat aturan tegas agar para pegawai tidak melanggarnya, seperti sering tidak absen karena tidak masuk kerja.

"Kalau ada guru atau pegawai di lingkungan pendidikan tidak masuk kerja tanpa kejelasan akan diberikan sanksi," tegas Plt Kabid SMP Disdik Kota Jambi Bambang Irawan, Rabu (7/2).

Menurutnya, aturan yang ada di Disdik Kota Jambi sejalan dengan aturan Kemendikbud yang tertera di peraturan pemerintah No 19 tahun 2017 tentang perubahan aturan pemerintah No 74 tahun 2008 tentang guru.

Dalam aturan itu disebutkan, bahwa mulai tahun ajaran 2018/2019 kinerja guru diperhitungkan sebanyak 37,5 jam setiap minggunya.

“Soal kinerja guru benar-benar ditegaskan dalam aturan ini. Ini akan mempengaruhi tunjangan pegawai seperti sertifikasi, kenaikan pangkat dan lainnya. Kalau guru malas, kenapa dibantu dapat sertifikat atau naik pangkat," imbuhnya.

Apalagi saat ini sejumlah sekolah SMP di Kota Jambi sudah menerapkan absen finger atau absen sidik jari dan absen wajah, sehingga tidak bisa dipermainkan kehadirannya setiap hari seperti absen manual atau absen menggunakan kertas.

"Kalau untuk SMP negeri sudah 100 persen menggunakan absen finger, kalau swasta masih ada yang manual beberapa," ujarnya.

Sementara itu, Kabid SD Disdik Kota Jambi Supardi menambahkan, aturan kehadiran guru bukan hanya berlaku untuk yang finger tetapi juga manual.

Jika tingkat kehadiran melebihi batas maksimal 3 hari dalam setiap bulannya, akan mempengaruhi tunjangan atau kenaikan pangkat.

"Aturan ini sudah satu tahun berjalan. Sejak 2018 lalu mulai diterapkan termasuk untuk guru dan pegawai honorer," sebutnya.

Supardi menyebutkan, untuk SD di Kota Jambi, setelah diterapkan aturan tersebut, tingkat kedisiplinan mengalami peningkatan. "Sudah 90 persen sekolah menggunakan abseb finger ini," katanya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments