Sabtu, 16 Oktober 2021

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Serta Industri Mikro Kecil Alami Penurunan

Selasa, 05 Februari 2019 | 12:01:47 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Pertumbuhan produksi industri manufakatur besar dan sedang (y-on-y) di Provinsi Jambi pada triwulan IV tahun 2018 mengalami penurunan produksi sebesar minus 5,64 persen, dibandingkan dengan triwulan III tahun 2018.

Begitu juga dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulanan (q-to-q) pada triwulan IV tahun 2018 juga menurun sebesar minus 17,08 persen dari triwulan III tahun 2018. Sedangkan untuk pertumbuhan nasional naik sebesar 0,90 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jambi Dadang Hardiwan mengatakan, penurunan tersebut didominasi oleh pertumbuhan negatif industri bahan kimia dan barang.

"Dari bahan kimia (kode 20) yang menurun sebesar minus 24,53 persen," tuturnya.

Pertumbuhan nasional yang mengalami peningkatan terbesar, lanjutnya, berada di Industri Minuman (kode 11) yaitu sebesar 23,44 persen. Sementara, untuk Industri makanan Provinsi Jambi mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan triwulan IV tahun 2017 yakni sebesar 28,27 persen.

"Sedangkan dua industri lainnya mengalami pertumbuhan negatif. Masing-masing industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (kode 20) sebesar 24,53 persen dan industri karet, barang dari karet dan plastik (kode 22) juga mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 12,05 persen," jelas Dadang.

Namun Dadang mengatakan, hal itu berbanding terbalik dengan pertumbuhan nasional yang mengalami pertumbuhan positif dengan masing-masing sebesar 1,88 persen untuk industri bahan kimia dan 1,38 persen untuk industri barang dari karet.

Sementara itu, Dadang menyebut, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan (y-on-y) pada triwulan IV tahun 2018 juga mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 2,11 persen dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2017.

"Di pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil untuk nasional mengalami peningkatan sebesar 5,38 persen," ujarnya.

Untuk angka pertumbuhan industri mikro dan kecil sendiri, Dadang menyebut disajikan menurut 6 jenis industri, yang mana 3 diantaranya mengalami pertumbuhan positif.

"Industri yang positif adalah industri percetakan (kode 18) naik sebesar 32,37 persen dan angka pertumbuhan nasionalnya mengalami kenaikan sebesar 22,08 persen. Selanjutnya industri pakaian jadi (kode 14) naik sebesar 18,05 persen sedangkan angka pertumbuhan nasional naik sebesar 7,55 persen. Terakhir, industri furniture (kode 31) yang naik sebesar 5,24 persen sedangkan angka pertumbuhan nasional mengalami peningkatan sebesar 5,94 persen," paparnya.

Adapun industri yang mengalai pertumbuhan negatif adalah industri kayu, barang dari kayu, gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya (kode 16) turun sebesar minus -19,52 persen. Sedangkan angka pertumbuhan nasional naik sebesar 1,92 persen.

"Kemudian imdustri barang galian bukan logam (kode 23) turut sebesar minus 4,42 persen dan untuk angka pertumbuhan nasional meningkat sebesar 4,13 persen. Lalu industri makanan (kode 10) turun sebesar minus 2,62 persen dengan angka pertumbuhan nasionalnya naik sebesar 2,56 persen," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments