Minggu, 20 Juni 2021

Pemprov Jambi Dukung Pelaksanaan Millennial Road Safety Festival 2019

Rabu, 06 Februari 2019 | 22:33:11 WIB


Sekda Provinsi Jambi M. Dianto
Sekda Provinsi Jambi M. Dianto / Humas Pemprov Jambi

JAMBI- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi siap mendukung dan bersinergi dalam pelaksanaan Millennial Road Safety Festival 2019, yang diselenggarakan Polda Jambi pada 17 Februari mendatang. Kesiapan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Drs. H. M. Dianto, M.Si saat menghadiri rapat koordinasi (Rakor) terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, Rabu (6/2).

Kegiatan ini dipastikan akan diramaikan para pelajar dan mahasiswa, organisasi kepemudaan, club sepeda motor dan ribuan masyarakat Jambi lainnya. Selain di Kota Jambi, kegiatan ini juga akan digelar di kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Hadir pada kegiatan ini perwakilan pemerintah Kota Jambi, Ketua Asistensi Korlantas Polri Kombes Pol Heru Konco, Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Didik Mulyanto, organisasi kepemudaan dan club, serta perwakilan guru dan kepala sekolah.

Festival ini juga akan didukung oleh pergelaran budaya lokal yang menyajikan kearifan lokal, pemusik dan grup band lokal serta UKM lokal. Digelar pula pelayanan surat izin mengemudi (SIM) keliling, jalan sehat, senam kolosal, testimoni korban kecelakaan lalu lintas, serta deklarasi keselamatan berkendara.

Dianto mengatakan, rapat koordinasi ini digelar untuk melihat sejauh mana kesiapan dalam menggelar acara millennial safety festival di Provinsi Jambi.

“Kita menyadari walaupun event ini merupakan agenda nasional dan diselenggarakan di seluruh Provinsi di Indonesia, namun koordinasi dan sinergi harus dilaksanakan. Tujuannya agar kita dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.  

Ditambahkan Dianto, dengan kegiatan ini dapat dijadikan sebagai instrument dalam upaya menurunkan angka kecelakaan di Provinsi Jambi, yakni dengan upaya edukasi dan mitigasi dalam hal keselamatan berlalu lintas.

Ia berharap, bahwa rangkaian kegiatan ini tidak hanya sekadar kegiatan seremonial saja, akan tetapi berdampak terhadap berkurangnya korban kecelakaan lalu lintas pada kaum millennial pada tahun-tahun mendatang.

"Untuk mewujudkan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar bukanlah semata-mata tanggung jawab aparat kepolisian saja, tetapi partisipasi aktif dan kerjasama antar elemen masyarakat dan stakeholder yang membidangi masalah lalu lintas yaitu dari seluruh masyarakat, pelajar termasuk generasi millennial untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar," jelas Dianto.

Lebih lanjut Dianto mengatakan, sebagai salah satu Provinsi yang tingkat kecelakaan tinggi, kegiatan ini dapat memupuk sikap disiplin dan tertib berlalu lintas dikalangan kaum millennial, sehingga akan terwujud generasi emas bangsa Indonesia sebagai pengguna jalan yang berkeselamatan.

”Pada era millennial ini, sudah menjadi hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas. Oleh karena itu. Tentunya ini menjadi salah satu program prioritas dalam rangka meminimalisasi angka kecelakaan lalu lintas secara nasional,” sebutnya.

Apalagi, sambungnya, kegiatan ini melibatkan generasi millennial yang sebagian besar dari kalangan remaja dan mahasiswa. Keterlibatan kaum millennial tentunya dirasa penting sebab secara nasional korban kecelakaan lalu lintas banyak dialami oleh usia produktif, yaitu usia 15- 38 tahun.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Didik Mulyanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan keamanan pengguna jalan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan tentunya untuk meningkatkan budaya tertib berlalulintas.

"Kesemuanya itu dimaksudkan untuk menekan jumlah kecelakaan dan fatalitas korban kecelakaan. Sudah banyak juga upaya yang kita lakukan guna memberikan kesadaran dalam berkendara, seminar sudah selalu kita lakukan, tetapi tidak memberikan efek. Buktinya banyak sekali korban kecelakaan yang berusia 17 tahun, berarti ada anak-anak kita di sana,” paparnya.

Pada akhir 2018 ini, kata dia, korban kecelakaan di Jambi sudah 1.251 dan jumlah meninggal dunia 392 orang. Kecelakaan ini didominasi oleh kaum muda yang masih produktif.

“Jika kita masih cuek maka pada akhir 2019 ini bisa menembus angka 2.500 korban dan korban meninggal bisa mencapai 425 orang, ini saya buka meramal tetapi dihitung berdasarkan data kenaikan setiap tahunnya untuk itu kita mesti mencegah hal ini dengan memberikan edukasi terutama kepada kaum millennial," ujar Didik.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments