Jumat, 18 Juni 2021

17 Pegawai Honorer Dinas PUPR Provinsi Tak Lolos Assessment

Kamis, 07 Februari 2019 | 08:29:44 WIB


Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi M Fauzi
Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi M Fauzi / Dok.metrojambi.com

JAMBI - Sebanyak 363 orang pegawai honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi belum lama ini telah mengikuti assessment. Hasilnya, 17 orang diantaranya tidak lulus.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, honorer yang tidak lulus assessment akan dipekerjakan kepada pihak konsultan. Namun beberapa diantaranya ada yang menolak.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi M Fauzi saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya memang ada menganggarkan untuk melaksanakan assessment dan penilaian tenaga honorer di beberapa bidang, sesuai dengan kebutuhan.

"Tujuannya bukan untuk membuang mereka, semata-mata untuk melihat kemampuan mereka bekerja. Ternyata 17 orang tidak lulus. Saya kaget juga kok ada orang lama, yang sudah 14 tahun bekerja nggak lulus," ungkap Fauzi saat dikonfirmasi, Rabu (6/2).

Fauzi melanjutkan, untuk itu pihaknya sudah mengelar rapat dan mereka yang tidak lulus tersebut tidak akan di berhentikan tetapi akan dipekerjakan.

"Kita tidak memberhentikan dan akan kita salurkan, mungkin mereka karena tidak lulus karena ada saran pendapat dari berbagai bidang terhadap kinerja masing-masing," terangnya.

"Saya berfikir mereka ini juga manusia punya keluarga saya tidak ingin mereka kehilangan pekerjaan, jadi mereka tetap akan kita salurkan, masing-masing bidang akan membuat kebijakan, jadi tetap akan kita pekerjakan," katanya menambahkan.

Atas dasar kemanusiaan, Fauzi mengatakan mereka akan tetap dipekerjakan. Salah satu solusinya akan disalurkan ke pihak konsultan. "Kan di konsultan gajinya lebih tinggi, kita cuma Rp 1.300.000. Kalau mereka dak mau ya sudah bukan salah saya," ujarnya.

Dikatakannya lagi, assessment ini dilakukan secara independen oleh Universitas Jambi (UNJA) sehingga dirinya meminta agar setiap peraturan dapat ditaati. Namun dirinya membantah bila nilai setiap peserta tidak dapat dilihat.

“Kita juga harus hormati aturan, nilai itu boleh dilihat, yang tidak lulus boleh melihat nilai. Kita sudah mencari solusi yang terbaik kita salurkan sehingga mereka tatap ada pekerjaan. Mungkin mereka tidak lulus dan ada juga saran pendapat dari bidang masing-masing ada rapornya itu,” tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments