Rabu, 20 November 2019

Tidak Semua Napi di Lapas Kuala Tungkal Bisa Mencoblos


Senin, 04 Februari 2019 | 06:05:41 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istinewa

KUALATUNGKAL – Dari 402 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIB Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), tidak semuanya bisa mencoblos pada Pemilu 17 April mendatang. Hasil pendataan hanya 271 orang yang dipastikan bisa menggunakan hak pilihnya.

Jumlah pemilih tetap ini berdasarkan hasil pendataan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjabbar. Namun ada beberapa warga binaan yang bisa menggunakan hak suaranya untuk Pilpres.

Hal ini diungkapkan Komisioner KPU Tanjabbar Divisi Perencanaan dan Program Data, Ahmad Haziq, saat dikonfirmasi awak media.

"Semuanya bisa menggunakan hak suaranya. Kecuali yang berasal dari luar provinsi, cuma bisa memilih presiden saja. Nah, untuk napi yang tidak memiliki KTP atau suket, jelas tidak bisa mencoblos," ungkap Haziq, Minggu (3/2).

Mengenai TPS, Haziq menyebutkan jika pihaknya hanya menempatkan satu TPS di dalam LP. Mengenai berapa jumlah DPT yang cuma bisa menggunakan hak suara untuk memilih kepala negara? Haziq mengaku lupa.

"Saya lupa itu, rekapnya ada di kantor KPU. Saat ini saya sedang berada di luar," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan ‎data yang diterima dari petugas LP Kelas IIB Bram Itam, Haszuwan menyebutkan warga binaan berjumlah 402 orang. Dengan rincian, 146 orang tahanan dan 256 narapidana.

Dimana untuk data seluruh penghuni ini semua sudah diserahkan ‎ke KPU Tanjabbar. Diakui Haszuwan, hanya sebagian penghuni LP yang masuk dalam DPT. Sedangkan sisanya menggunakan form A5 untuk bisa menggunakan hak suara.

"Seperti itu lah keterangan dari pihak KPUD yang disampaikan kemarin," ujarnya.


Penulis: Solihin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments