Jumat, 19 April 2019

PBB: Pembunuhan Khashoggi Dilakukan Pejabat Arab Saudi


Jumat, 08 Februari 2019 | 14:42:18 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAKARTA-Pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi pada musim gugur tahun lalu di Konsulat Kerajaan itu di Istanbul, Turki, "direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat Arab Saudi", kata pelapor khusus PBB pada Kamis (7/2), sebagaimana dikutip Metrojambi.com dari Antara.

Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB mengenai Penghukuman di luar Pengadilan, Sumir dan Sewenang-wenang, baru-baru ini mengunjungi Turki bersama satu tim ahli dalam penyelidikan internasional mengenai pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi.

"Bukti yang dikumpulkan selama misi saya ke Turki memperlihatkan kasus utama bahwa Khashoggi adalah korban pembunuhan terencana dan brutal, yang direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat Negara Arab Saudi," kata Callamard di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.

Callamard menambahkan, "Upaya Turki untuk melakukan penyelidikan seketika; efektif dan menyeluruh; mandiri dan tak memihak; dan transparan --sejalan dengan hukum internasional-- telah secara sungguh -sungguh dibatasi dan dirusak oleh Arab Saudi." Menurut pernyataan tersebut, pembunuhan Khashoggi melanggar "hukum internasional dan peraturan inti hubungan internasional, termasuk ketentuan bagi penggunaan sah misi diplomatik".

Callamard juga berterima kasih kepada Turki atas dukungannya selama kunjungan wanita pejabat itu ke Turki untuk melakukan penyelidikan internasional mengenai kejahatan tersebut.

Khashoggi, kontributor buat The Washington Post, dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Setelah memberikan bermacam penjelasan yang bertolak-belakang, Riyadh akhirnya mengakui Khashoggi terbunuh di dalam gedung Konsulat, dan menyalahkan peristiwa itu pada penafsiran operasi yang gagal.

Turki telah mengupayakan pengekstradisian warga negara Arab Saudi yang terlibat dalam pembunuhan tersebut serta pertanggung-jawaban penuh mengenai pembunuhan itu dari Riyadh.


Penulis: ***
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments