Selasa, 12 November 2019

AJI Jambi Lanjutkan Aksi Tuntut Cabut Remisi Otak Pembunuh Jurnalis


Jumat, 08 Februari 2019 | 21:10:43 WIB


AJI Kota Jambi saat menggelar aksi menuntut pencabutan remisi terhadap Susrama, terpidana kasus pembunuhan wartawan, Jumat (8/2) malam, di Bundaran Tugu Keris, Kota Jambi
AJI Kota Jambi saat menggelar aksi menuntut pencabutan remisi terhadap Susrama, terpidana kasus pembunuhan wartawan, Jumat (8/2) malam, di Bundaran Tugu Keris, Kota Jambi / AJI Kota Jambi

JAMBI - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jambi melanjutkan aksi menuntut pencabutan remisi terhadap Susrama, otak pembunuh jurnalis Bali AA Prabangsa. Aksi dilakanakan pada Jumat (8/2/2019) di Bundaran Tugu Keris, Kota Jambi.

AJI Kota Jambi melakukan aksi dalam bentuk malam solidaritas, menyalakan lilin dan pembacaan puisi. Aspirasi dalam bentuk puisi ini membawa makna desakan kepada Presiden Joko Widodo segera cabut remisi Susrama. Presiden sebelumnya mengurangi hukuman Susrama dari seumur hidup menjadi 20 tahun.

"Aksi ini sebagai bentuk konsistensi AJI Kota Jambi untuk kemerdekaan pers, menolak remisi bagi Susrama. Memberi remisi kepada otak pembunuh jurnalis sangat menciderai hati jurnalis," ungkap Ramond, Ketua AJI Kota Jambi, Jumat.

Ramond melanjutkan, aksi sejenis masih akan terus dilanjutkan, sampai Presiden benar-benar memenuhi tuntutan yang disuarakan AJI di seluruh Indonesia. "Sampai saat ini masih banyak kasus pembunuhan jurnalis yang belum terungkap. Presiden jangan sampai menambah luka bagi jurnalis," jelasnya.

Koordinator Lapangan, Suang Sitanggang, dari Divisi Advokasi AJI Kota Jambi, menyebut aksi ini sebagai bagian dari upaya melawan korupsi di negeri ini. "Prabangsa mati dibunuh karena memberitakan korupsi. Koruptor jadi musuh jurnalis saat ini. Presiden jangan sampai memberi remisi bagi pelaku korupsi sekaligus pembunuh jurnalis," ungkap Suang.

Pada aksi kali ini AJI Kota Jambi juga mengkampanyekan hastag #HariPrabangsaNasional. (*)


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments