Jumat, 26 April 2019

Proyek Konstruksi Tahun 2019 Tinggal Proses Lelang


Jumat, 08 Februari 2019 | 22:15:08 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Memasuki bulan kedua tahun 2019 ini, belum ada kegiatan konstruksi yang dibiayai APBD Provinsi Jambi 2019 yang sudah dilelang.

Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) atau sebelumnya disebut Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Jambi Evi Syahrul mengatakan, hingga saat ini kegiatan yang dilelang baru pengadaan barang dan jasa.

Lelang barang dan jasa, kata Evi, sudah dilaksanakan pada pertengahan Desember 2019 lalu. Kemudian pada Januari 2019 sudah dilaksanakan penanda tanganan kontrak.

"Seperti cleaning service, kebersihan dan pengamanan kantor, pembiayaan pasien di RSJ, pokoknya pembiayaan rutin," ujarnya, Jumat (8/2).

Sementara untuk pengadaan konstruksi yang menggunakan dana APBD, belum dilaksanakan lelang. Tahun ini, kata Evi, ada sekitar Rp 887,9 M untuk kegiatan yang telah masuk dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) tertanggal 15 Januari 2019. Namun, ini bersifat umum, bisa melalui tender, maupun Penunjukan Langsung (PL).

Untuk RUP sendiri, seluruh Organisasi Perangkat daerah (OPD) sudah diupload. Selanjutnya, OPD dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus mengupload atau mengunggah dokumen Persiapan Pengadaan (DPP) yang di dalamnya berisi speak, harga Perkiraan sementara (HPS) dan Rancangan Kontrak.

Unggahan DPP tersebut, kata Evi, sudah diputuskan dilaksanakan paling lambat 28 Februari ini. Karena untuk mengejar waktu tender, agar tidak mepet waktu seperti tahun-tahun sebelumnya. Kemudian, agar bisa dilihat kegiatan yang prioritas dan tidak.

Dia menyebut, pelaksanaan kegiatan menggunakan dana Alokasi Khusus (DAK) harus menjadi prioritas. Karena pemerintah pusat memberikan tenggat waktu pelaksanaan sebagai syarat pencairan dana.

"Hingga saat ini, sudah 60 persen OPD yang meminta username dan password untuk mengunggah DPP. Paling lama dalam sembilan hari setelah DPP masuk, pengumuman lelang bisa langsung ditayangkan," terangnya.

Ia menyebut, untuk kegiatan konstruksi yang dibiayai oleh APBD Provinsi Jambi memang belum satupun yang dilelang. Namun untuk kegiatan yang dibiayai DAK ada satu kegiatan sudah mulai lelang.

Proyek itu adalah perencanaan pembangunan gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi. Ini baru lelang untuk konsultan pembuat perencanaan.


Nilainya sekitar Rp 180 juta dan telah diumumkan pada 4 Februari lalu, dengan proses lelang paling cepat selama 45 hari.

"Itupun baru bisa terkontrak pada 11 April nanti. Karena ini konsultan pakai prakualifikasi, jadi memang lama. Kemudian ditambah kontrak kerja selama dua bulan," sampainya.

Evi menyebut, untuk fisik kegiatan gedung Bapelkes itu, akan dilakukan lelang tersendiri lagi. Dimana, pemerintah pusat memberikan tenggat waktu hingga 1 Juli mendatang, kegiatan harus terkontrak.

"Nilainya Rp 6 miliar. Kalau tanggal 1 Juli belum terkontrak, dana tidak bisa cair," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments