Minggu, 25 Agustus 2019

KPU Sarolangun Resmi Coret Tiga DCT


Rabu, 06 Februari 2019 | 21:25:19 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN – Komisi pemilihan umum (KPU) Kabupaten Sarolangun secara resmi mencoret tiga orang calon legislatif dari Daftar Calon Tetap (DCT) pada pemilu tahun 2019.
Menurut Ketua KPU Sarolangun, M Fakhri saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa ketiga caleg tersebut yakni masing-masing dari partai Demokrat, PKS dan PPP.

“Ada tiga, cuma untuk saat ini yang baru kami coret dari DCT itu baru dua orang. Pertama dari Partai Demokrat karena meninggal dunia dan kedua dari partai PKS karena calegnya lulus CPNS atas nama Juniati dan terakhir dari PPP atas nama Sopian (alm),” kata Fakhri menerangkan.

Dia menjelaskan, untuk caleg dari PKS dan Demokrat, dia mengaku telah menerima laporan resmi dari partai tersebut dan keluarga almarhum.

Contohnya dari PKS telah menerima laporan dari parpol terkait, untuk memberhentikan yang bersangkutan, dengan merujuk pada ketentuan dari KPU RI nomor 31 tanggal 9 Januari 2019 di Poin 1 huruf e, dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat calon. Yang meliputi, terbukti melakukan tindak pidana lainnya, diberhentikan atau mundur sebagai anggota partai politik yang mengajukan.

“Nah, itulah dasar kita mencoret atas nama Juniati tersebut, tidak ada kaitannya dengan yang lain. Kita hanya berpatokan kepada surat dari partai politik yang bersangkutan dan acuan aturan ada,” ujarnya lagi.

Sedangkan caleg dari PPP, lanjut Fakhri, akan segera dilakukan pencoretan dari DCT namun akan tetap merujuk pada aturan KPU RI yang telah ditetapkan. Sembari menunggu surat resmi dari partai terkait.

“Dari PPP belum kita coret karena belum ada secara administrasi yang disampaikan ke KPU terkait dengan meninggal dunianya caleg dari PPP itu atas nama H Sopian, intinya kami tetap merujuk pada aturan yang ada,” katanya menegaskan.

Namun meskipun demikian kata dia, jika masih ada nama caleg di lampiran C1 kemudian di surat suara masih ada. Pihaknya akan menyurati PPS di dapil tersebut melalui PPK agar memberitahukan kepada pemilih.

“Kemudian atas nama Juniati kemungkinan besar itu masih ada namanya di lampiran C1, kemudian surat suara juga masih ada. Nah, itu nanti pada hari pemungutan suara, KPU akan menyurati PPS melalui PPK agar memberitahukan kepada pemilih di TPS,” kata Fakhri.

“Dan Jika nanti suaranya juga muncul atas nama Juniati, otomatis suara itu hangus untuk Juniati tapi masuk ke partai politik atau partai,” tandasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments