Rabu, 22 Mei 2019

Di Kerinci, Menteri Susi Minta Perikanan di Kerinci Digarap Dengan Baik


Senin, 11 Februari 2019 | 20:17:24 WIB


Menteri Kelautan dan Perikanan saat diwawancarai wartawan
Menteri Kelautan dan Perikanan saat diwawancarai wartawan / Dedi

KERINCI - Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti, Seni (11/02) kemarin, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kerinci. 

Kedatangan Menteri Susi, bersama rombongan ini datang ke Kerinci menggunakan pesawat pribadi dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta langsung menuju Bandara Depati Parbo Kerinci dengan disambut Bupati Kerinci, Adirozal. 

Adapun kegiatan Kunker Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti di Kerinci yakni restoking atau penyebaran benih ikan di Danau Kerinci yaitu ikan Nilem 11 sebanyak 100.000, benih Ikan Jelawat 20.000 dan benih ikan semah 3.000 ekor. 

Selain itu Menteri Susi juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada nelayan di Kerinci yakni benih ikan mas 300 ribu ekor, ikan nila 300 ribu, Jelawat dan nilem 120 ribu, pakai ikan mandiri 10 ton, bioflok 2 paket, ches freazer 3 unit dan satu unit mobil pendingin. 

Hadir dalam acara ini anggota BPK RI, Rizal Djalil, Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Nilan Perbowo, Dirjen pengelolaan Ruang Laut, Brahmantyan Poerwadi, Dirjen Perikanan Tangkap, Zulfhicar Mocthar, Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Suebjakto, Dirjen Peningkatan Daya Saing Produk, Rifki Hadiyanto, Kepala Badan Riset dan SDM, Prof Sjarif Widjaja, Kepala Badan Karantina dan Mutu, Dr Ir Rina, Staf Ahli DPR RI, Dipo Ilham, Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jambi, Sekda Kerinci, Forkopimda, Kepala OPD, camat dan nelayan Kabupaten Kerinci. 

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti dalam sambutannya mengatakan Kerinci memiliki luas danau sebesar 4200 M, ini merupakan potensi sumber daya alam perikanan yang sangat luar biasa.

 "Jika sumber daya alam perikanan digarap dengan baik, tentu Kerinci akan menjadi penyuplai terbesar perikanan di wilayah Jambi dan sekitarnya," ujarnya. 

Dia juga meminta kepada masyarakat Kerinci untuk memanfaatkan Danau Kerinci dengan baik. Jangan berubah menjadi malapetaka. Belajarlah dari kejadian-kejadian yang telah terjadi di Jawa Barat, Singkarak,  Maninjau dan Danau Toba, dimana terjadi kematian massal. 

"Bencana ini terjadi di beberapa Danau di Indonesia disebabkan tidak terkontrol populasi kerambah. Pak Bupati silakan perintahkan Bappeda dan dinas perikanan untuk mengatur kerambah yang ada di Danau Kerinci. Jika sudah tidak mendukung lagi, silakan ditertibkan. Kita takut nanti jadi malapetaka. Masyarakat harus menerima, jangan sampai kita mendapatkan penghasilan ikannya pada mati semua, bukan untung yang didapatkan malah menjadi rugi," jelasnya. 

Disebutnya lagi bahwa saat ini banyak nelayan di Indonesia yang membudidayakan ikan mengeluhkan harga pakan, karena harga  cukup mahal. "Saya juga meminta kepada Dirjen Budidaya untuk memberikan pelatihan kepada pembudidaya agar bisa mandiri dalam pembuatan pakan, supaya keuntungannya tidak habis untuk membeli pakan ikan, karena saat ini para pembudidaya tidak pernah untung disebabkan harga pakan cukup mahal," ungkapnya. 

Menurut Susi, dirinya telah meminta kepada penjual pakan untuk menurunkan harga, apabila tidak diturunkan dia akan menurunkan mesin-mesin pakan kepada petani, supaya petani tidak membeli pakan lagi ke penjual pakan ikan. 

Susi Pudjiastuti juga meminta kepada Bupati Kerinci untuk membatasi produk - produk luar negeri yang bisa diproduksi di daerah untuk tidak didatangkan ke Kerinci.  

"Pemerintah daerah berhak melindungi produktivitas kemampuan di dalam daerahnya, buah-buah impor semestinya dibatasi, dengan Perda kepala daerah bisa membatasinya, supaya buah lokal bisa naik harganya," cetusnya. 

Jika daerah melawan ekonomi dan produksi besar seperti negara China, tentunya Indonesia akan kalah harga, jadi petani Indonesia tidak bisa berproduksi lagi, karena kalah di penjualan. 

"Saya berharap kondisi ini tidak akan terjadi di Kerinci ini," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments