Senin, 27 Mei 2019

Menteri Susi Minta Sumber Daya Perikanan di Kerinci Digarap dengan Baik


Senin, 11 Februari 2019 | 20:37:03 WIB


Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Bupati Kerinci Adirozal saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Senin (11/2)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Bupati Kerinci Adirozal saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Senin (11/2) / metrojambi.com

KERINCI - Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti, Senin (11/02) kemarin, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kerinci.

Kedatangan Menteri Susi bersama rombongan yang menggunakan pesawat pribadi dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Depati Parbo Kerinci ini disambut Bupati Kerinci, Adirozal.

Di Kerinci, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti melakukan restoking atau penyebaran benih ikan di Danau Kerinci yaitu ikan Nilem 11 sebanyak 100.000, benih ikan Jelawat 20.000 dan benih ikan semah 3.000 ekor.

Selain itu, Menteri Susi juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada nelayan di Kerinci yakni benih ikan mas sebanyak 300 ribu ekor, ikan nila 300 ribu, Jelawat dan nilem 120 ribu, pakan ikan mandiri 10 ton, bioflok 2 paket, Ches Freazer 3 unit dan satu unit mobil pendingin.

Hadir dalam acara ini Anggota BPK RI, Rizal Djalil, Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Nilan Perbowo, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantyan Poerwadi, Dirjen Perikanan Tangkap, Zulfhicar Mocthar, Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Suebjakto, Dirjen Peningkatan Daya Saing Produk, Rifki Hadiyanto, Kepala Badan Riset dan SDM, Prof Sjarif Widjaja, Kepala Badan Karantina dan Mutu, Dr Ir Rina, staf ahli DPR RI Dipo Ilham, Sekda Provinsi Jambi M Dianto, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jambi, Sekda Kerinci, Forkopimda, Kepala OPD, Camat dan nelayan Kerinci.

Bupati Kerinci Adirozal dalam sambutanya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan yang telah menyempatkan diri hadir di Kerinci, walaupun dalam keadaan jadwal kerja yang sangat padat.

"Jarang sekali menteri yang secara langsung turun memberikan bantuan kepada masyarakat, buk Susi inilah yang pertama kali datang ke Kerinci memberikan bantuan kepada nelayan di Kerinci. Selamat datang, semoga dengan kedatangan ibu perikanan Kabupaten Kerinci bisa semakin baik," ungkapnya.

Orang nomor satu di Kerinci ini mengatakan 75 persen masyarakat Kerinci hidup dari sektor pertanian dan perikanan. "Makanya pemerintah daerah perlu membenahi sektor perikanan agar masyarakat tidak merambah TNKS, yang merupakan paru - paru dunia," katanya.

Mantan Wakil Walikota Padang Panjang ini menyebutkan, agar produksi ikan semakin meningkat, maka masyarakat atau nelayan melakukan pengembangan ikan semah yang spesifik di Kerinci.

Namun masyarakat terkendala dengan anggaran, mudah-mudahan dengan kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan RI bisa memberikan perubahan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Kerinci.

Ada beberapa permasalahan lain yang dihadapi dalam bidang perikanan, disebutkannya yakni kawasan perikanan belum optimal, kurang modal, pakan ikan dan benih ikan kurang sarana dan prasarana, produksi ikan belum memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Terima kasih telah memberikan bantuan baik restoking danau secara langsung ke Kerinci dalam bantuan perikanan, ibu menteri perikanan yang pertama datang ke Kerinci. Masyarakat penerima bantuan mari memanfaatkannya dengan baik," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti dalam sambutannya mengatakan, Kerinci memiliki luas danau sebesar 4.200 M, ini merupakan potensi sumber daya alam perikanan yang sangat luar biasa.

"Jika sumber daya alam perikanan digarap dengan baik, tentu Kerinci akan menjadi suplayer terbesar perikanan di Jambi dan sekitarnya," ujarnya.

Dia juga meminta kepada masyarakat Kerinci untuk memanfaatkan Danau Kerinci dengan baik, jangan berubah menjadi mala petaka. Belajarlah dari kejadian-kejadian yang telah terjadi di Jawa Barat, Singkarak, Maninjau, dan Danau Toba, dimana terjadi kematian massal.

"Bencana ini terjadi di beberapa danau di Indonesia disebabkan tidak terkontrol populasi kerambah. Pak Bupati silakan perintahkan Bappeda dan Dinas Perikanan untuk mengatur kerambah yang ada di Danau Kerinci, jika sudah tidak mendukung lagi, silakan ditertibkan, kita takut nanti jadi malapetaka, masyarakat harus menerima, jangan sampai kita mendapatkan penghasilan ikanya pada mati semua, bukan untung yang didapatkan malah menjadi rugi," jelasnya.

Disebutkannya, saat ini banyak nelayan di Indonesia yang membudidayakan ikan mengeluhkan harga pakan yang cukup mahal. "Saya juga meminta kepada Dirjen Budidaya untuk memberikan pelatihan kepada pembudidaya agar bisa mandiri dalam pembuatan pakan, supaya keuntungannya tidak habis untuk membeli pakan ikan, karena saat ini para pembudidaya tidak pernah untung disebabkan harga pakan cukup mahal," ungkapnya.

Susi menambahkan, dirinya telah meminta kepada penjual pakan untuk menurunkan harga. Apabila tidak diturunkan dia akan menurunkan mesin-mesin pakan kepada petani, supaya petani tidak membeli pakan lagi ke penjual pakan ikan.

Selain itu, Susi juga meminta kepada Bupati Kerinci untuk membatasi produk-produk luar negeri yang bisa diproduksi di daerah untuk tidak didatangkan ke Kerinci.  

"Pemerintah daerah berhak melindungi produktivitas kemampuan di dalam daerahnya, buah-buah impor semestinya dibatasi, dengan Perda (Peraturan Daerah) kepala daerah bisa membatasinya, supaya buah lokal bisa naik harganya," cetusnya.

Jika daerah melawan ekonomi dan produksi besar seperti negara Cina, tentunya Indonesia akan kalah harga, jadi petani Indonesia tidak bisa berproduksi lagi, karena kalah di penjualan. "Saya berharap kondisi ini tidak akan terjadi di Kerinci," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments