Rabu, 20 Februari 2019

18 Unit Pansimas Belum Beroperasi


Senin, 11 Februari 2019 | 22:21:44 WIB


/ dok.metrojambi.com

MUARASABAK – Sebanyak 18 unit Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas), yang dibangun tahun lalu hingga saat ini belum beroperasional. Bahkan enam unit Pansimas diantaranya yang dibangun menggunakan dana APBD, hingga saat ini belum dilakukan serah terima.

Hal ini diakui Fadli, Kabid Perumahan dan Permukiman (Perkim) saat ditemui awak media belum lama ini. Ke-18 unit Pansimas yang dibangun tahun lalu, 12 unit diantaranya bersumber dari APBN dan telah dilakukan serah terima.

Sementara enam unit Pansimas lainnya yang dibangun dengan menggunakan dana APBD, memang belum dilakukan serah terima. "Semuanya belum operasional, dalam minggu kita akan segera melakukan serah terima enam unit Pansimas yang dibangun menggunakan APBD," kata Fadli.

Dijelaskannya, belum beroperasionalnya 18 unit Pansimas tersebut dikarenakan sebelum dilakukan serah terima.

Pansimas yang telah dibangun tersebut, harus melalui tahapan uji fungsi terlebih dahulu. Hal ini memastikan bahwa pembangunan Pansimas, dapat dinikmati oleh masyarakat di sekitar.

"12 Pansimas yang dibangun menggunakan APBN kan sudah terima, artinya 12 Pansimas tersebut sudah dapat operasional. Tinggal menunggu kesiapan pihak yang mengelola saja," terangnya.

Berbeda dengan enam unit Pansimas, yang hingga saat ini memang belum dilakukan serah terima. Menurut Fadli hal ini dikarenakan adanya keterlambatan saat pelaksanaan pembangunan, sehingga proses serah terimanya pun menjadi terlambat.

"Secara umum tidak tidak ada kendala, hanya karena dari awal pembangunannya terlambat jadi serah terimanya pun ikut terlambat. Secepatnya seluruh Pansimas akan segera operasional, dan mudah-mudahan ini dapat membantu masyarakat terkait kebutuhan air minum dan sanitasi," tambahnya.

Kebutuhan air minum dan sanitasi lanjut Fadli, memang menjadi salah satu persoalan mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Tanjabtim saat ini.

Terlebih pada tahun ini, Kabupaten Tanjabtim dijadikan lokus kasus stunting. Dimana salah satu penyebabnya, karena masih kurangnya jumlah sanitasi yang layak. Guna mencukupi kebutuhan sanitasi ini, Tanjabtim pada tahun ini kembali mendapat bantuan pembangunan Pansimas yang bersumber dari APBN sebanyak 12 unit.

"Tahun ini kita kembali mendapat bantuan, pembangunan Pansimas sebanyak 12 unit dari pemerintah pusat. Mudah-mudahan ini dapat membantu memimalisir kasus stunting," harapnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments