Selasa, 17 September 2019

ISPU di Tanjabtim Masih Kategori Sedang


Rabu, 21 Agustus 2019 | 14:23:53 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

MUARASABAK - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) hingga saat ini masih terjadi, sehingga menyebabkan kabut asap. Namun demikian, kabut asap di Kabupaten Tanjabtim belum dikategorikan terparah.

Hal ini disampakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim, Gustin. Dikatakannya, dalam sepekan terakhir, terhitung sejak 14 Agustus 2019 lalu, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) ada di angka sedang, yakni di bawah 50.

Hanya saja, kata Gustin, ada waktu-waktu tertentu kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

"Dari pukul 00.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB pagi itu udaranya tidak sehat. Tapi pada jam tersebut, kebanyakan masyarakat juga tidak beraktivitas di luar rumah, terkhusus bagi anak-anak," kata Gustin, Selasa (20/8/2019).

Gustin juga mengakui jika dalam sepekan terakhir kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sadu dan Berbak mengalami peningkatan. Namun untuk ISPU di Tanjabtim mengalami penurunan cukup signifikan.

"Ada beberapa hari kualitas udara mengalami kenaikan, tapi tidak signifikan. Tidak seperti pada tanggal 14 sampai 15 Agustus kemarin yang cukup dominan, namun di luar waktu aktivitas masyarakat," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim Ernawati menuturkan, walaupun kualitas udara masih dikategorikan sedang, namun pihaknya mengimbau agar masyarakat menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah, untuk mengurangi dampak dari asap atau debu yang bisa berefek kepada penyakit saluran pernafasan.

"Diharapkan kepada masyarakat, khususnya anak bayi, ibu hamil, yang memiliki gejala penyakit jantung, dan lansia, diusahakan agar tidak keluar rumah pada saat jam tertentu," ungkapnya.

Untuk tindakan yang telah dilakukan, Dinas Kesehatan sudah melakukan pemberian masker kepada masyarakat, yakni di Kecamatan Sadu, Berbak, Mendahara dan Geragai.

"Ambulans juga kita standby kan di daerah dampak munculnya titik hotspot, seperti di Kecamatan Sadu dan Berbak. Jadi disana kita lengkapi dengan oksigen," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim Junaedi Rahmat saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait. Jika memang kategori udara sudah tidak sehat, maka Dinas Pendidikan akan menyesuaikan.

"Kalau memang udara sudah tidak sehat bagi anak-anak, tentu kita akan berkoordinasi lebih lanjut untuk libur sekolah. Tapi sampai saat ini belum membahayakan, jadi sekolah tidak diliburkan," tukasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments