Jumat, 6 Desember 2019

RI-Palestina Perkuat Kerjasama


Jumat, 15 Februari 2019 | 14:50:14 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAKARTA- Duta Besar RI untuk Yordania merangkap Palestina Andy Rachmianto melakukan lawatan resmi yang pertama kalinya ke ibu kota Palestina, Ramallah, 12 Februari lalu, untuk membahas upaya peningkatan kerja sama kedua negara khususnya di bidang perdagangan dan pembangunan kapasitas.

Dalam kunjungan tersebut, Dubes Andy bertemu dengan Perdana Menteri Palestina Rami Al-Hamdallah."Indonesia terus berkomitmen mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka dalam berbagai forum internasional, dengan mendorong penyelesaian damai di dalam koridor solusi dua negara , ungkap Dubes Andy dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Terkait dengan isu perdagangan, Dubes Andy menyampaikan bahwa kedua negara perlu terus mendorong peningkatan kerja sama perdagangan untuk membantu perekonomian bangsa Palestina.

Sepanjang Januari-November 2018, volume perdagangan kedua negara mencapai 3.2 juta dolar AS, atau meningkat lebih dari 60 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017.

Di sektor pariwisata, Dubes Andy mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan Indonesia ke Palestina mencapai rata-rata 90 ribu orang setiap tahunnya. Angka tersebut diperkirakan masih dapat ditingkatkan hingga lebih dari 100 ribu orang pada tahun-tahun berikutnya.

Meskipun kedua bidang tersebut menunjukkan perkembangan positif, Indonesia maupun Palestina sama-sama memandang masih perlunya kedua negara untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan jumlah wisatawan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan memberikan kebijakan tarif 0 persen yang lebih luas bagi produk-produk Palestina, seperti yang telah diberlakukan untuk komoditi kurma dan minyak zaitun.

Dubes Andy juga menyampaikan upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Palestina yaitu dengan mendorong biro perjalanan untuk menawarkan paket umroh plus Palestina kepada jamaah Indonesia untuk mengunjungi Palestina.

Di bidang kemanusiaan, dalam 10 tahun terakhir Indonesia telah memberikan sejumlah bantuan program pelatihan dan peningkatan kapasitas di berbagai bidang kepada lebih dari 1.900 peserta asal Palestina dengan total bantuan mencapai 10 juta dolar AS.

Sejumlah keahlian yang ditawarkan antara lain usaha kecil menengah, pemberdayaan perempuan, infrastruktur, dan good governance.
Di samping itu, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia telah menandatangani MoU pemberian beasiswa pendidikan kepada lebih 130 masyarakat Palestina yang akan dimulai tahun ini.

Mewakili pemerintah dan rakyat Palestina, PM Hamdallah menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas dukungannya yang terus diberikan.

"Saya mengamati bahwa Indonesia terus memegang teguh prinsipnya dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka. Indonesia lebih dari sekedar sahabat bagi Palestina," kata dia.

Dalam pertemuan tersebut, PM Palestina juga menceritakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi rakyat Palestina yang selama ini hidup dalam pendudukan asing.

Sebagai bagian program kunjungan resminya ke Palestina, Dubes Andy juga membuka kantor baru Wafaa International di Ramallah. Wafaa merupakan jaringan LSM internasional yang diinisiasi pemerintah Indonesia pada 2008.

Saat ini Wafaa telah memiliki sejumlah kantor perwakilan di berbagai negara, seperti Inggris, Turki, Lebanon, Palestina, Austria dan Indonesia.
Fokus kegiatan Wafaa terpusat di bidang penguatan kapasitas dan keuangan mikro bagi kelompok rentan, seperti perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

Pada 2017, Wafaa Palestina telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 2000 warga Palestina dalam bentuk beasiswa pendidikan, kredit usaha, dukungan medis, penyediaan alat dukung bagi penyandang disabilitas, serta pembangunan energi ramah lingkungan. "Pengembangan kapasitas merupakan salah satu fokus program pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka," kata Dubes Andy.


Penulis: ***
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments