Kamis, 21 November 2019

Palestina Cela Keputusan Israel Tahan Uang Pajak


Selasa, 19 Februari 2019 | 14:54:20 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

PALESTINA - Palestina telah mencela keputusan Israel untuk menahan dua juta dolar AS hasil pajak terutang kepada Pemerintah Otonomi Palestina (PA).

"Keputusan Kabinet Israel untuk memotong dana pajak PA, yang diambil dari (hasil pengumpulan pajak dari) rakyat Palestina, tercela," kata pegiat kenamaan Palestina Mustafa Barghouthi kepada Kantor Berita Turki, Anadolu, seperti dikutip Metrojambi.com dari Antara.
Barghouthi, pemimpin Gerakan Gagasan Nasional Palestina, juga menggambarkan Kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai yang paling rasis di dunia.

Keputusan Israel untuk menahan uang pajak, katanya, "merupakan pelanggaran jelas terhadap semua kebijakan masa lalu yang ditandatangani antara Palestina dan penguasa pendudukan", demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

Barghouthi, yang menggambarkan tindakan tersebut sebagai "perampokan pada siang bolong", mendesak PA "agar membatalkan semua kesepakatannya dengan Israel, mengaktifkan perlawanan rakyat, mendukung gerakan boikot dan menghukum Israel di mahkamah internasional karena kejahatannya terhadap rakyat Palestina".

Sementara itu Bassam As-Salhi, anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan tindakan Israel adalah pengabaian nyata terhadap semua konvensi dan hukum internasional.

Qais Abu Laila, anggota lain PLO, juga mengecam tindakan Israel tersebut.

"Dengan keputusan ini, Israel menghukum rakyat Palestina dua kali," kata Abu Laila kepada Anadolu. "Pertama, ketika militernya menangkap mereka dari rumah mereka pada tengah malam; dan kedua, ketika Israel menghukum keluarga mereka dengan mengambil uang mereka." Israel, ia menambahkan, "terus-menerus telah membuktikan diri sebagai negara merah --yang tidak mengakui hukum internasional. Dunia harus mengakhiri ini".

Pada Ahad (17/2), kabinet keamanan Israel mengumumkan keputusannya untuk menahan setengah miliar shekel Israel (sebanyak 140 juta dolar AS) uang pajak yang dikumpulkan atas nama PA.

Menurut kantor perdana menteri Israel, PA membayar sebanyak jumlah itu tahun lalu buat orang Palestina yang mendekam di dalam penjara Israel dan keluarga mereka.

Pada Juli lalu, Knesset (Parlemen Israel) mensahkan peraturan yang mengharuskan menteri pertahanan menyediakan buat kabinet sejumlah yang PA bayarkan untuk tahanan dan keluarga mereka dengan gagasan untuk menahan jumlah yang sama dari hasil pajak Palestina.
Pada Senin (18/2), Sekretaris Jenderal PLO Saed Erekat, di dalam satu wawancara dengan Radio Palestina, menuduh Israel dan AS "berusaha menghancurkan Pemerintah Otonomi Palestina".

Israel mengumpulkan sebanyak 175 juta dolar AS setiap bulan dari pajak atas kegiatan ekspor-import Palestina atas nama PA. Hasil pajak menjadi sumber utama pemasukan PA.

Sementara itu, Liga Arab telah menggambarkan sebagai pembajakan keputusan Israel untuk membekukan jutaan dolar AS dari hasil pajak untuk PA.

"Keputusan ini adalah berlanjutnya perampasan Israel dan pencurian sumber daya dan dana rakyat Palestina," kata Liga Arab, yang berpusat di Ibu Kota Mesir, Kairo, di dalam satu pernyataan pada Senin.


Penulis: ***
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments