Jumat, 18 Oktober 2019

10 Caleg di Tanjabbar Mantan Terpidana


Selasa, 26 Februari 2019 | 14:43:38 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

KUALATUNGKAL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) mencatat dari 392 caleg yang masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019, 10 orang diantaranya pernah tersandung masalah hukum.

Taufik, Komisioner Divisi Teknis Pemilu KPU Tanjabbar mengatakan, data kesepuluh Caleg mantan terpidana tersebut didapat langsung dari Pengadilan Negeri Kuala Tungkal berdasarkan surat keterangan tertanggal 30 Juli 2018 lalu.

Dimana disebutkan ada 10 nama Caleg yang pernah divonis dan menjalani hukuman, seperti kasus narkoba, ‎perjudian, penganiayaan, penggelapan, penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar bersubsidi, hingga mengedarkan makanan dan minuman kemasan tanpa mencantumkan label sah.

Kendati demikian, kata dia, 10 nama Caleg mantan terpidana ini dinyatakan telah lulus secara persyaratan untuk ikut dalam pemilihan sebagai wakil rakyat.

Dia menjelaskan, kesepuluh nama tersebut adalah Rosihan Anwar dari Partai Hanura, Jamal Darmawan Sie dari Partai Demokrat, Jumar dan,Masyhur dari Partai Gerindra,Iwan Ade Bermada dari Partai Golkar, Bustari J, dari Partai Nasdem, H. Abdurrahman dari Partai Berkarya, Roybon Wikana, H. Muh. Sjafril Simamora dan Fahruddin dari Partai PAN.

"Masa hukuman‎nya ada yang dua tahun dan ada juga yang cuma 2 bulan dan sesuai persyaratan mereka sudah mengumumkan di media," katanya, Senin (25/2).

Menanggapi hal ini, Jamal Darmawan Sie dari Partai Demokrat yang namanya masuk dalam daftar 10 nama caleg yang pernah bersentuhan dengan hukum atas kasus mengedarkan makanan dan minuman kemasan tanpa label sah, mengaku hanya menjalani hukumanan percobaan selama enam bulan.

“Yang jelas, untuk persyaratan pencalon legeslatif, saya sudah memenuhi persyaratan. Yakni sudah mengumumkan di media," ujarrnya singkat.

Sementara itu, H. Muh Sjafril Simamora salah satu caleg dari Partai PAN yang pernah menjalani hukuman tahanan, dikonfirmasi mengaku tetap optimis dalam pencalegan dirinya untuk duduk sebagai wakil rakyat.

"Semua orang tahu bagaimana ceritanya. Saya bukan pemakai aktif atau pun bandar. Saya ini cuma korban. Bukan karena keinginan sendiri. Makanya, saya tetap yakin dan optimis untuk tetap maju sebagai wakil rakyat," ujarnya.

Dikatakan Sjafril, dirinya selama ini sudah mengikuti proses saat pendaftaran. Dan lulus sebagai Caleg dan itu diatur dalam Undang Undang.

"Saya bukan koruptor, bukan bandar narkoba atau pun pedofil seperti yang dilarang. ‎Cuma korban dari kasus narkoba saja," tandasnya.


Penulis: Muammar Solihin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments