Kamis, 18 Juli 2019

India dan Pakistan Baku Tembak di Kashmir


Kamis, 28 Februari 2019 | 15:11:10 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

NEWDELHI- Pasukan India dan Pakistan saling baku tembak di wilayah perbatasan Kashmir pada Selasa pagi, sehari setelah kedua negara pemilik kekuatan nuklir itu saling menjatuhkan jet tempur lawan dan Pakistan menawan seorang pilot India.

Amerika Serikat, China dan kekuatan dunia yang lain mendesak kedua negara untuk menahan diri dari peningkatan ketegangan dari aksi saling membalas serangan udara setelah serangan bom bunuh diri yang menewaskan 40 polisi paramiliter India di wilayah Kashmir yang dikendalikan India pada 14 Februari.
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyerukan perundingan.

" Sejarah mengajarkan pada kita bahwa perang selalu penuh salah perhitungan. Pertanyaan saya adalah dengan memperhitungkan senjata yang kita miliki, apakah kita bisa mencapai salah perhitungan," kata Khan dalam pidato singkat di televisi yang disiarkan secara nasional, dikutip Metrojambi.com dari Antara.

"Kita harus duduk dan berbicara." Pakistan dan India telah tiga kali berperang sejak merdeka dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1047, dua dalam masalah Kashmir dan berada di tepi jurang ke empat pada 2002 setelah kelompok militan Pakistan menyerang parlemen India.
Pakistan menutup wilayah udaranya, sehingga memaksa penerbangan komersial untuk mengubah arah.

Thai Airways International pada Kamis mengumumkan telah membatalkan sejumlah penerbangan ke Pakistan dan Eropa, sehingga ratusan menumpang terlantas di Bangkok.

Pada Kamis pagi pasukan India dan Pakistan saling menembak untuk sesaat di Poonch, di wilayah Kashmir yang diduduki India, menurut pernyataan pihak militer India.

"Tentara India membalas dengan keras dan efektif< kata Letnan Kolonel Devender Anand, juru bicara kementerian pertahanan.

Penembakan yang menurut India dimulai oleh Pakistan, berakhir setelah berlangsung sekitar satu jam pada pukul 06.00 waktu setempat, kurang keras dibandingkan tembak menembak antara pasukan arteleri kedua belah pihak pada Rabu.

Pakistan mengatakan tembak-menembak itu dimulai pada tadi malam.

"Tembak-menembak terus berlangsung dengan berselang waktu pada malam. Dalam kondisi sedang, bahkan sekarang masih berlangsung," ujar Shaukat Yusufzai, seorang pegawai pemerintah di Poonch, bagian wilayah di bawah kendali Pakistan. Seseorang dirawat di rumah sakit karena terkena pecahan peluru, ia menambahkan.

India membangun lebih dari 14 ribu ruang bawah tanah bagi keluarga-keluarga di Jammu dan negara bagian Kashmir yang tinggal di dekat perbatasan, dengan harapan bisa memberi tempat aman bagi mereka di dekat rumah ketimbang mengungsikan mereka.

Pada Rabu malam, kementerian luar negeri India memberikan dokumen kepada Pakistan yang disebut rincian kemah-kemah kelompok militan yang bermarkas di Pakistan dan melakukan serangan 14 Februari.

Konflik terjadi pada saat yang kritis bagi Perdana Menteri India Narendra Modi, yang akan menghadapi pemilihan umum dalam beberapa bulan.
Pada Rabu malam, B.S Yeddyurappa, pemimpin partai Bharatiya Janata yang mengusung Modi di negara bagian selatan Karnataka, mengatakan serangan India ke Pakistan akan membantu partai tersebut untuk memenangkan kembali kekuasaan di negara tersebut, suatu komentar pertama dari partai yang berkuasa.
"Ini membawa gelombang pro-Modi di seluruh negeri," katanya kepada wartawan.

keprihatinan internasional Gedung Putih mendesak kedua belah pihak untuk mengambil langkah secepatnya untuk meredakan ketegangan.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dalam pernyataan mengatakan telah berbicara secara terpisah dengan menteri luar negeri Pakistan dan India dan mendesak mereka untuk "mengutamakan komunikasi secara langsung dan menghindari aktivitas militer secara langsung." Duta Besar Pakistan untuk AS, Asad Majeed Khan mengatakan, Islamabad ingin mengetahui apakah pemerintahan Trump akan memainkan peran yang lebih aktif dalam mengatasi krisis.

Pada saat yang sama, dia mengatakan, sikap AS yang kurang mengeca, serangan India ke Pakistan "ditafsirkan dan dipahami sebagai dorongan pada kedudukan India dan membuat mereka lebih memberanikan diri. China, Uni Eropa dan negara-negara lain juga meminta pengendalian. Menteri Luar Negeri Jepang mengatakan ada Kamis negara tersebut prihatin atas "situasi yang mundur ini."

Diplomat tertinggi China, Wang Yi berbicara melalui telepn dengan Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi dan menyampaikan "keprihatinan yang mendalam", kata Kementerian Luar Negeri China, Kamis.

AS, Inggris, Prancis mengusulkan pada PBB untuk mendaftarhitamkan Ashar Masood, pimpinan Jaish-el-Mohammad, kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan 14 Februari. China agaknya akan bertindak menentang langkah tersebut.


Penulis: ***
Editor: Herri Novealdi



comments