Senin, 16 Mei 2022

Pembobol Kartu ATM Berhasil Ditangkap di Kerinci, CCTV Merekam Pelaku 7 Kali Beraksi

Rabu, 27 Februari 2019 | 13:50:52 WIB


Kapolres Kerinci saat penyampaian rilis pers
Kapolres Kerinci saat penyampaian rilis pers / Dedi

KERINCI - Tim Opsnal Satreskeim Polres Kerinci belum lama ini berhasil menangkap satu orang pelaku pencurian dengan modus menganjal kartu ATM. Pelaku berinisial HD, yang berasal dari Sumatera Selatan. 

"Penangkapan dilakukan belum lama ini di ATM Pasar Semurup, Kecamatan Air Hangat," kata Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto, Rabu (27/2).

Dari hasil pemeriksaan, kata Dwi, pelaku mengaku sudah 5 kali beraksi. Namun dari hasil rekaman CCTV, pelaku diduga sudah lebih dari 7 kali melakukan aksinya.

Dwi menyebutkan jika pelaku merupakan spesialis ATM BNI, karena sudah tiga kali beroperasi di Kerinci. Adapun lokasi ATM yang di bobol yakni ATM BNI Hiang, ATM BNI Puskesmas Siulak, dan ATM BNI Pasar Semurup. 

"Ketiga lokasi dibobol di waktu yang berbeda. ATM Hiang pada Senin 4 Februari 2019, ATM BNI Puskesmas Siulak Gedang pada Sabtu 16 Februari 2019, dan ATM BNI Pasar Semurup pada Rabu 26 Februari 2019," sebutnya. 

Dikatakannya lagi, pihaknya masih menelusuri apakah pelaku HD dan 2 orang rekannya memiliki keterkaitan atau sindikat dengan pelaku lainnya di kota-kota lainnya, menginggat HD dan 2 orang rekanya berasal dari Sumatera Selatan. 

"Untuk sementara pelaku terindetifikasi tiga orang. Satu orang atas nama HD berhasil diamankan, sedangkan dua orang berhasil melarikan diri, dan saat ini masih dalam pengembangan dan penyelidikan," terangnya. 

Adapun barang bukti yang diamankan 7 lembar stiker yang berisi nomor hp informasi dan keluhan Bank (yang sebenarnya nomor hp pelaku), 1 botol lem, 6 potongan kecil plastik yang dipasang plester, patahan gergaji besi, uang sebesar Rp 111.000 yang merupakan sisa uang yang ditarik dari rekening milik sdr Khairus di ATM BNI Hiang dan 1 unit sepeda motor milik pelaku. 

"Saat ini pelaku HD telah ditahan dan dikenakan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana pasal 363 KHUPidana Jo Pasal 64 (perbuatan berlanjut) dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun," ungkapnya. 


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments