Selasa, 17 Mei 2022

Selama Beraksi di Kerinci, Pembobol ATM Curi Rp 24 Juta

Rabu, 27 Februari 2019 | 21:51:03 WIB


Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto saat mengekspos penangkapan pelaku pencurian dengan modus ganjal mesin ATM
Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto saat mengekspos penangkapan pelaku pencurian dengan modus ganjal mesin ATM / metrojambi.com

KERINCI - Tim Opsnal Ditreskrim Polres Kerinci belum lama ini berhasil menangkap salah seorang pemuda  pelaku pencurian dengan modus menganjal kartu ATM, yang berinisial HD.  

"Penangkapan dilakukan belum lama ini di ATM Pasar Semurup, Kecamatan Air Hangat," kata Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto, Rabu (27/2).

Dwi menjelaskan bahwa HD merupakan pelaku pencurian dengan modus menganjal mesin ATM yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel). HD melakukan aksinya bersama dengan dua orang rekannya, yang juga berasal dari Sumsel yaitu H dan R, namun dua rekannya saat ini masih dalam pengejaran.

Dikatakannya lagi, bahwa HD dan dua rekannya melakukan aksinya dengan cara mencari lokasi ATM yang tidak ada petugasnya. Mereka memasang alat pengganjal yang sudah disiapkan pada lubang kartu ATM. Alat pengganjal ini dibuat sendiri.

Kapolres Kerinci menambahkan penangkapan pelaku berawal pada saat Kepala Desa Sawahan Jaya mau bertransaksi di ATM BNI di Pasar Semurup. Setelah melakukan transaksi, ATM milik Kades tidak bisa keluar.

Pada waktu itu petugas BNI bersama dengan anggota Polres Kerinci yang melakukan pengawalan untuk melakukan pengisian stok uang di dalam ATM (restrocking) dan kemudian kepala desa melaporkan ke petugas bank bahwa kartunya macet di mesin ATM.

"Petugas bersama dengan anggota Polres langsung masuk dan meminta kepala desa menelepon nomor keluhan yang tertempel. Pada saat ditelpon pelaku langsung minta nomor PIN ATM korban. Beberapa menit kemudian pelaku masuk ATM berusaha membongkar mesin ATM untuk mengambil kartu milik kepala desa yang macet tersebut. Melihat pelaku sudah beraksi, petugas bersama dengan anggota langsung mengamankan pelaku," terangnya.

Namun dari hasil pemeriksaan, kata Dwi, pelaku mengaku sudah 5 kali beraksi, namun dari hasil rekaman CCTV sebanyak lebih kurang 7 (tujuh) kali.

Dwi menyebutkan jika pelaku merupakan  spesialis ATM BNI, karena sudah tiga kali beroperasi di Kerinci dengan lokasi ATM yang dibobol yakni ATM BNI Hiang, ATM BNI Puskesmas Siulak dan ATM BNI Pasar Semurup.

"Ketiga lokasi dibobol di waktu yang berbeda, ATM Hiang pada Senin 4/2/2019, ATM BNI Puskesmas Siulak Gedang pada Sabtu 16/02/2019 dan ATM BNI Pasar Semurup pada Rabu 26/02/2019," sebutnya.

Ditambahnya lagi, pihaknya masih menelusuri apakah pelaku HD dan 2 orang rekannya memiliki keterkaitan atau sindikat dengan pelaku lainnya di kota-kota lainya mengingat HD dan 2 orang rekannya berasal dari Sumsel.

"Untuk sementara pelaku terindetifikasi 3 orang. Satu orang atas nama HD berhasil diamankan, sedangkan dua orang berhasil melarikan diri, dan saat ini masih dalam pengembangan dan penyelidikan," terangnya.

Adapun barang bukti yang diamankan 7 lembar stiker yang berisi nomor handphone informasi dan keluhan bank (yang sebenarnya nomor handphone pelaku), 1 botol lem, 6 potongan kecil plastik yang dipasang plester, patahan gergaji besi, uang sebesar Rp 111.000 yang merupakan sisa uang yang ditarik dari rekening milik Khairus di ATM BNI Hiang dan 1 unit sepeda motor milik pelaku.

"Saat ini pelaku HD telah ditahan dan dikenakan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana pasal 363 KHUPidana Jo Pasal 64 (perbuatan berlanjut) dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun," ungkapnya.

Kapolres Kerinci ini mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk berhati-hati saat bertransaksi di ATM, karena saat ini banyak modus baru yang dilakukan oleh pelaku untuk melakukan pencurian di ATM.

"Hati-hati kalau menemukan stiker ATM yang bukan dari BNI atau BRI, jangan dihubungi, silakan dilaporkan ke petugas," pungkasnya.

Sementara itu, HD diwawancarai sejumlah awak media mengakui sudah lima kali melakukan aksinya di Kerinci. "Saya belajar dari teman saya yang berhasil melarikan diri, belajarnya cuma sebentar," katanya.

Dikatakannya lagi, bahwa dirinya baru pertama kali beraksi di Kerinci dan selama beraksi di Kerinci para mereka sudah berhasil mendapatkan uang sebanyak Rp 24 Juta. "Uang dari aksi pencurian kartu ATM kami gunakan untuk keperluan sehari - hari, ada sebagian ditarik dan ditransfer," sebutnya.


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments