Sabtu, 20 Juli 2019

Tentukan Pilihanmu Mulai Sekarang!


Selasa, 05 Maret 2019 | 14:55:54 WIB


/ istimewa

PEMILIHAN umum tanggal 17 april adalah tanggal yang ditetapkan oleh KPU (komisi pemilihan umum) untuk melakukan pesta demokrasi yang dimana dalam pelaksanaannya masyarakat akan memilih Presiden dan wakil Presiden, DPRRI,DPD,dan DPRD.

Dalam penyambutan ajang pemilihan umum ini kita telah mengetahui bersama perjalanan yang telah ditempuh oleh para calon yang menginginkan bangku kekuasaan di pemerintahan maupun di legislative dalam menarik simpati dari rakyat.

Perjalanan menuju pentas persaingan tidak lepas dari yang namanya ketegangan terhadap calon yang lainnya. Bahkan bukan sesama calon saja para pendukung dari calon pun bahkan tidak luput dari ketegangan dalam menyikapi pemilu yang akan datang.

Dalam hal ini penulis ingin menyampaikan opininya dalam memandang perjalanan dari presiden dan wakil presiden dalam menculik hati rakyat untuk memilihnya dan kesadaran pemilu dalam menentukan pilihannya mulai dari sekarang.

Perjalanan dan persaingan untuk memenangkan pemilu oleh pasangan calon presiden sudah cukup panjang dimulai dari memenuhi syarat pendaftaran yang ditentukan oleh badan KPU, penetapan visi dan misi yang dimana sebagi bentuk penarikan perhatian rakyat Indonesia terhadap program yang akan dijalankan oleh pasangan calon, melakukan debat terbuka yang disaksikan oleh masyarakat Indonesia secara langsung dan kemudian saling mengungkit keburukan dari calon lainnya.

Dalam hal kepentingan tentunya kita sudah sama - sama mengetahui bahwa dimana ada kepentingan tentunya harus ada cara untuk memenuhi kepentingan tersebut, seperti itulah yang tamapak dari persaingan yang telah kita lihat diantara kedua pasangan calon presiden kita saat ini dan tentunya itu merupakan sudah hal wajar ketika masih dalam konteks tidak merugikan pihak lain. Namun dalam hal ini tentunya tidak lepas juga kaitannya dengan masyarakat yang dimana untuk menentukan kemenangan dari kedua pasangan calon presiden harus ditentukan dari suara terbanyak dari hasil pemilu.

Sering kali dalam mengambil hati rakyat pihak pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan hal yang tidak terpuji untuk memenangkan pilihan mereka yaitu diantaranya yang sangat perlu diketahui dan di tangkal atau di antisipasi oleh masyarakat adalah yang namanya HOAXS atau berita bohong, kemudian yang paling sering terjadi yaitu saling memburukkan citra pasangan calon lain kepada publik untuk mempengaruhi orang lain. Dalam hal ini pemilih harus lebih bijak lagi dalam mengenali pasangan calon pilihannya agar kiranya terwujud keinginan rakyat yang menginginkan presiden dan wakil presiden yang sesuai dengan harapan pemilihnya.

Dalam menentukan pilihan ada baiknya harus lebih mengenal calon yang akan kita pilih jangan cuman puas dengan penampilan kampanyenya saja kita harus melihat dari segi yang lainnya juga yang mungkin tidak ditunjukkan ke hadapan public untuk dijadikan pertimbangan seperti apa pemimpin yang kita inginkan untuk memipin bangsa dan negara ini, karena sekali coblos akan menentukan nasib Indonesia ini lima tahun kedepan.

Pemilih yang cerdas seharusnya sudah memiliki pasangan calon yang hendak dipilihnya dari sekarang mengingat waktu yang sudah semakin dekat dengan pesta demokrasi yang dinanti oleh masyarakat Indonesia dalam penantian yang menjadi dua pilihan presiden baru atau 2 periode. Karena jika kita sendiri yang mengenal calon yang akan kita pilih kita tidak akan dibutakan dengan pencitraan diri dari pada si calon maupun pemburukan calon oleh calon lain.

Maka dari itu penulis mengajak pembaca agar lebih jeli dalam memilah dan memilah kekurangan dan kelebihan dari pada calon pemimpin bangsa ini. Inilah saatnya kita yang menentukan pemimpin setelahnya yang kita pilihlah kelak yang akan menentukan arah bangsa ini apakah akan dibawah kearah yang lebih baik atau sebaliknya. Semua tergantung pada kita jika yang kita pilih adalah yang baik dan berkualitas maka kinerjanya juga akan baik dan berkualitas dan jadilah pemilih yang menentukan pilihannya dari sekarang melalui hasil kaca mata sendiri mulai dan jangan termakan oleh pemalsuan pencitraan maupun bayaran sekali makan.

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Fisipol Univeritas Jambi


Penulis: ***
Editor: Herri Novealdi



comments