Kamis, 14 November 2019

Sejarah Rumah Pencetak Uang di Bungo yang Terlupakan


Rabu, 06 Maret 2019 | 10:52:17 WIB


Rumah tempat pencetakan uang di Kabupaten Bungo tidak terawat
Rumah tempat pencetakan uang di Kabupaten Bungo tidak terawat / Budi/Metrojambi.com

MUARABUNGO - Kabupaten Bungo menyimpan salah satu benda bersejarah yang cukup fenomenal. Banyak orang tak mengetahui bahwa Museum Siginjei memiliki mesin cetak uang ORIPS (Oeang Republik Indonesia Provinsi Sumatra). Bentuk fisik mesin ini cukup menarik. Namun sayangnya komponen mesin ini tidak lengkap lagi.

Di sisi mesin ini terdapat nomor registrasi Machonery 28 Coehraus Street Hongkong dan serangkaian abjad Cina. Mesin ini kali pertama dirakit pada Januari 1949 pada zaman perjuangan.

Berdasarkan instruksi Menteri Keuangan PDRI Nomor 273/PDRI, ORIPS mulai difungsikan. Saat itu hanya mencetak uang Rp 10, Rp 25, Rp 50 dan Rp 100. Mesin ini telah mencetak uang sebesar Rp 42.750.000. Mesin ini ditemukan ditempat penyimpanan terakhir di Rantau Ikil.

Mesin pencetak uang dihibahkan pada masa kepemimpinan Gubernur Jambi Masjchun Syofwan, tahun 1987. Saat ini mesin percetakan uang ORIPS asal Jujuhan disimpan di museum Siginjai Provinsi Jambi.

Sisa sejarah yang ada di Jujuhan hanya berupa bangunan fisik tempat dahulu mencetak uang. Selain itu masih ada brankas dengan kondisi sangat memprihatinkan. Bangunan dimana dulu tempat mencetak uang juga membutuhkan renovasi.

Beruntung, Pemerintah Dusun Rantau Ikil masih memelihara kelestarian bangunan dengan tidak memugar. Selain itu, bangunan dirawat supaya tidak dimakan rayap. Namun begitu, Rio Dusun Rantau Ikil, Alkafi berharap, pemerintah bisa mengantarkan dana untuk melestarikan bangunan itu. Dengan adanya bantuan anggaran, bangunan bisa direnovasi dengan tidak mengubah bentuk.

"PKK Dusun melakukan perawatan dengan menanam bunga di sekeliling bangunan dan tempat untuk duduk anak-anak. Hanya itu yang bisa kami lakukan," ujar Rio Alkafi.

Untuk renovasi bangunan, pihaknya berharap kepada pemerintah baik kabupaten maupun provinsi.

"Kita berharap bantuan dari pemerintah baik itu kabupaten, maupun provinsi untuk bisa menganggarkan dana untuk rehab berat bangunan tempat percetakan uang ORIPS. Kalau bisa dibangun monumen di sebagai bukti sejarah jujuran pernah cetak uang," ujar Alkafi.


Penulis: Budi Prasetyo
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments