Jumat, 2 Oktober 2020

Ujung Kasau Dalam Arsitektur Tradisional Kerinci


Kamis, 07 Maret 2019 | 15:06:33 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

Untuk lebih jelasnya asal pemukiman penduduk di daerah Kerici, yang mana masuk kepada kata pusaka turun – menurun disebut “negeri yang empat”, yaitu :

1.Talang atau Taretak, ialah pondok didalam hutan di pinggir sungai yang ditempati sekelompok kecil orang.

2.Koto, ialah tempat pertama pemukiman manusia, tempat mula – mula orag meneruko negeri sebagai cakal – bakal perkembagan masyarakat. 

3.Kampung, ialah tempat dimana orang sudah mempunyai lembaga lembaga kerapatan (musyawarah adat), adat di atas tumbuh lembaga di atas tuang.

4.Dusun, ialah tempat pemukiman manusia banyak berpuak – puak dan bersuku – suku, tatanan kehidupan masyarakat sudah teratur, memiliki balai adat dan masjid, lengkap dengan kebesaran adat lama pusaka usang.

Rumah tradisional Kerinci terbagi atas dua tipe yaitu :

a.Rumah Panjang sering juga disebut Rumah Larik, yang mana bangunan atapnya merupakan garis lurus (simetris).

b.Balai Bagonjong Dua atau rumah berpucuk dua, yang mana bangunan atapnya sedikit melengkung ujung ke ujung seperti lentik perahu kayu, rumah ini merupakan corak mandiri.

Di samping kedua tipe rumah tersebut terdapat pula bangunan lumbung padi yang dinamai “rangkiyoa”, gunanya untuk tempat menyimpan padi. Konstruksi lumbung padi ini bahagian atas lebih besar dari bahagian atas melalui sebuah pintu berukuran, terlebih dahulu diangkut lewat jenjang yang terbuat dari sebatang kayu berakuk atau tangga jantan.


Penulis: M. Ali Surakhman
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments