Jumat, 2 Oktober 2020

Ujung Kasau Dalam Arsitektur Tradisional Kerinci


Kamis, 07 Maret 2019 | 15:06:33 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

Rumah tradisional Kerinci saat sekarang boleh dikatakan hampir punah, karena penduduk kerinci lebih cenderung membangun rumah model baru mengikuti era kemajuan pembangunan. Pada umumnya sifat suku kerinci lebih mudah menyerap nilai – nilai budaya baru, disisi lainnya mereka juga lebih mudah melupakan produk kebudayaan nenek moyangnya, tentu menimbulkan kesulitan kita untuk menentukan konstruksi yang sebenarnya dari rumah tradisional Kerinci. Apalagi bentuk rumah corak mandiri sudah tidak ditemukan di daerah Kerinci, keterangan rumah corak ini hanya ditemukan dalam tambo.

Kendala lain mungkin disebabkan bahan kayu pada saat sekarang sulit diperoleh, karena pembuatan rumah tradisional mempergunakan bahan kayu yang banyak, tentu masyarakat akan mengambil dari hutan TNKS. Untuk memeperoleh bentuk yang sebenarnya rumah tradisional Kerinci diperlukan penelitian seksama, hal ini menghindari tuduhan sebagai rekayasa seseorang.

Bangunan rumah orang Kerinci yang asli atapnya terbuat dari ijuk (Arenga Sacharifera Labill) dan sirap bambu, atap ini tidak terlalu meruncing (menonjol), bahagian yang meruncing terdapat pada hubungannya, pada hubungan atap diberi tambahan berupa papan kayu berukiran. Rumah Larik orang Kerinci terdiri dari dua ruang, bahagian sebelah dalam dan bahagian sebelah luar, antara kedua ruangan tersebut terdapat pembatas yang diberi pintu yang tujuannya untuk menghubungkan kedua ruangan tersebut.

Ruangan sebelah dalam untuk tempat tinggal keluarga (Fammilie), sedangkan ruang sebelah luar tempat musyawarah pemuka – pemuka adat memperbincangkan tentang ketertiban dan keamanan masyarakat. Tiang rumah terbuat dari balok besar berukiran, dinding dari papan juga berukiran dipasang tidak pakai besi paku, untuk penguat susunan rumah dipakai pasak – pasak kayu (Van Aken, 1915; 12).

Dari laporan Van Aken dapat diketahui bentuk rumah tradisional Kerini yaitu terdiri dari dua tipe, pertama rumah yang mempergunakan atap ijuk bercorak mandiri, kedua rumah yang mempergunakan atap bambu sebagai rumah panjang.

Hasil survei penulis manjadi konterpar (counterpart) bersama Prof.Dr. Reimar Schefold dan arsitek Ir. Gouden Dominig pada tahun 1995, telah dapat menemukan bentuk asli dari rumah tradisional Kerinci dengan berbagai pengertiannya. Konstruksi rumah mandiri dan rumah panjang pada umumnya hampir sama, perbedaannya terletak pada hubungan atap dan bentuk kasau.


Penulis: M. Ali Surakhman
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments