Senin, 20 Mei 2019

Usut Kasus Dugaan Suap, KPK Periksa Mantan Kasatker SPAM Jambi


Jumat, 08 Maret 2019 | 11:51:45 WIB


Juru Bicara KPK Febri Diansyah
Juru Bicara KPK Febri Diansyah / Istimewa

JAMBI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) haro ini, Jumat (8/3), memanggil sejumlah mantan kepala satuan kerja (Kasatker) Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) dari berbagai provinsi. Pemanggilan terkait pengusutan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan SPAM.

Salah satu yang dipanggil adalah mantan Kasatker SPAM Aceh Sujud. Ia dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi.

Selain Sujud, hari ini KPK juga memanggil mantan Kasatker SPAM Jambi Noptiman, Kasatker SPAM Kalimantan Selatan Azan. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Hasan juga ikut dipanggil.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARE (Anggiat Partunggul Nahot Simaremare), Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung]," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat keterangan tertulisnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan delaoam orang tersangka. Empat diantaranya diduga merupakan penerima suap,  yakni Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Meina Woro Kustinah, PPK SPAM Katulampa, Teuku Moch Nazar, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, d Donny Sofyan Arifin, PPK SPAM Toba 1.

Sementara itu empat lainnya diduga sebagai pemberi suap, yakni Budi Suharto, Direktur Utama PT WKE, Lily Sundarsin, Direktur PT WKE, Irene Irma, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP), dan Yuliana Enganita Dibyo, Direktur PT TSP.

Keempat tersangka pemberi tersebut diduga telah menyuap pejabat di PUPR untuk mengatur proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dimenangkan oleh PT TSP dan PT WKE.

Untuk proyek yang bernilai di atas Rp 50 miliar, akan dikerjakan PT WKE dan proyek yang bernilai di bawah Rp 50 miliar akan dikerjakan PT TSP. Sebagai catatan, PT TSP dan PT WKE dimiliki orang yang sama.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments