Jumat, 18 Oktober 2019

Cuma Miliki 3 Guru PNS, Sekolah Tolak Akreditasi


Senin, 11 Maret 2019 | 11:14:00 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARASABAK - Dari 45 Sekolah Memengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), salah satunya menolak untuk diakreditasi. Sekah tersebut adalah SMP Satu Atas Kabupaten Tanjabtim.

"Kepala sekolahnya langsung yang menolak," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Tanjabtim, Junaidi Rahmad, Minggu (10/3).

Dikatakan Junaidi, pihaknya sempat menyayangkan adanya penolakan tersebut. Namun setelah mengetahui alasannya, Junaidi mengatakan pihaknya menilai wajar jika SMP Satu Atap menyampaikan penolakan.

Junaidi menyebutkan, selain hanya memiliki 3 tenaga pengajar berstatus pegawai negeri sipil (PNS), sarana dan prasarana juga menjadi dasar penolakan oleh pihak kepala sekolah.

"Cuma memiliki tiga guru PNS, serta sarana dan prasarananya kurang. Iulah alasan kepala sekolah menolak," ungkap Junaidi.

Lebih lanjut Junaidi mengatakan, pihaknya akan berupaya memenuhi kebutuhan baik itu tengah pengajar maupun sarana prasarana. Tujuannya agar tidak ada sekolah yang tidak terakreditasi.

"Target kita 2020 semua sekolah yang ada di Tanjabtim sudah terakreditasi semua," kata Junaidi.

Dikatakannya lagi, akreditasi mau tidak mau harus dilakukan, karena jika tidak akan ada sanksi pidana dan sanksi administrasi sebesar Rp 1 miliar. Bahannya lagi sekolah tersebut tidak bisa menandatangani ijazah bagi peserta didik.

"Kita tidak ingin kedepan nya terjadi masalah. Untuk itu kita targetkan semua sekolah di tahun 2020 sudah tidak ada lagi sekolah yang tidak ter akreditasi," tandasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments