Rabu, 5 Agustus 2020

Baru Empat Bulan Menjabat Sudah Dimutasi, Kepala BPN Muaro Jambi Sebut Ada Kejanggalan


Senin, 11 Maret 2019 | 20:15:12 WIB


Kepala BPN MUaro Jambi Nurman Antoni
Kepala BPN MUaro Jambi Nurman Antoni / metrojambi.com

SENGETI — Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Muaro Jambi Nurman Antoni yang baru menjabat 4 bulan lebih, mendadak di mutasi ke BPN Provinsi Riau. Kabar mutasi ini, menurut Nurman Anthoni diterimanya Jumat pekan lalu.

“Pelantikan akan dilakukan Selasa (12/03/2019). Seperti ada yang janggal terkait mutasi ini,” ujar Antoni kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (11/03).

Menurut Antoni, dirinya menjabat sebagai Kepala BPN Muaro Jambi, terhitung sejak 5 Oktober 2018 lalu. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kepala Kantor BPN Tanjab Barat.

“Saya sangat kecewa dengan mutasi ini. Saya menilai mutasi ini tidak sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), serta implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS,” tegasnya.

Dikatakannya, dalam aturan disebutkan, bahwa mutasi dilakukan paling cepat dua tahun dan paling lama 5 tahun setelah menjabat. “Atau bisa juga 1 tahun 6 bulan kalau kinerjanya dianggap tidak baik,” ungkapnya.

Antoni menyebutkan, kabar yang ia terima ada 7 pejabat BPN termasuk dirinya yang akan dimutasi. “Ada yang ke Jawa Barat, saya ke Riau dan sisanya di rolling di Jambi,” jelasnya.

Karena kecewa dan merasa dizolimi, Antoni mengaku sejak Jumat lalu, dirinya sudah mengajukan pensiun dini ke Kanwil BPN Provinsi Jambi. Meskipun masa kerjanya sebagai PNS masih dua tahun lebih.

“Saya tidak mengerti alasan mutasi yang tiba-tiba ini dan saya merasa tidak ada kesalahan. Makanya saya lebih baik mengajukan pensiun. Saya merasa ada yang janggal,” katanya lagi.

Secara tegas, Antoni menolak pemutasian dirinya ke Provinsi Riau. Bahkan, ia tidak mau menghadiri pelantikan yang dinilainya melanggar peraturan perundang-undangan.

“Lebih baik saya pensiun daripada saya menerima mutasi itu. Jelas mutasi itu melanggar aturan. Kalau saya terima, itu artinya sama dengan saya membenarkan pelanggaran,” beber Antoni.

“Saya ini putra asli Jambi. Saya berasal dari Batang Asai, Kabupaten Sarolangun. Harusnya saya tetap di sini, membangun dan mengabdi untuk tanah kelahiran saya,” ujarnya menambahkan.

Antoni menceritakan pengalamannya selama 37 tahun bertugas di BPN. Menurutnya pemutasian secepat ini tidak pernah terjadi di Provinsi Jambi, bahkan di Indonesia.

“Ada kejanggalan di lembaga ini sekarang. Saya akan ungkap. Selagi itu benar dan untuk kepentingan masyarakat. Contohnya, mengenai jabatan Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia yang dijabat bukan PNS. Sesuai UU No 5 tahun 2014, jabatan ini harusnya dipegang ASN eselon I, kecuali posisi menteri, kalau menteri bukan jabatan karir, itu politis,"  katanya lagi.


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments