Senin, 22 Juli 2019

Perkuat Pembelajaran di Kampus, Tanoto Foundation Latih Dosen Unja-UIN Jambi


Minggu, 10 Maret 2019 | 22:04:47 WIB


Foto bersama dosen Unja dan UIN STS Jambi usai mengikuti pelatihan yang digelar Tanoto Foundation
Foto bersama dosen Unja dan UIN STS Jambi usai mengikuti pelatihan yang digelar Tanoto Foundation / metrojambi.com

JAMBI – Setelah melatih 1.145 pendidik SD dan SMP sederajat, Giliran 76 dosen Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mendapat pelatihan dari Tanoto Foundation.

Pelatihan kali ini difokuskan soal pembelajaran aktif MIKiR (mengalami, interaksi, komunikasi dan refleksi), manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Jambi (Unja), UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dengan program PINTAR Tanoto Foundation.

Salah satu tujuan pelatihan adalah agar di tingkat institusi pencetak guru, pembelajaran aktif dan gerakan literasi juga massif dilakukan.

Mahasiswa calon guru akan menjalani pembelajaran aktif yang ujungnya juga akan diterapkan pada siswa ketika mahasiswa tersebut telah lulus dan menjadi guru.

“Kita berharap praktik baik yang telah dilatih oleh Tanoto Foundation ini menyebar ke seluruh dosen kependidikan, mahasiswa dan pendidik lainnya,” ujar Dekan FKIP Universitas Jambi Prof Dr Rernat Asrial MSi saat membuka pelatihan di Hotel Abadi Suite Jambi, Sabtu (9/3).

Sementara itu, Medi Yusva, Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jambi berharap, para dosen bisa membuat mahasiswa yang sekarang ini kebanyakan disebut kaum milenial, merasa nyaman di kampus.

Menurutnya, ciri khas para remaja sekarang mencari suasana dan lingkungan yang membuat mereka merasa betah. Oleh karena itu, pengembangan soft skill itu menjadi sangat penting.

“Jadi mahasiswa tidak hanya mengetahui subjek perkuliahan saja, juga bagaimana mereka terlibat dalam kegiatan yang bisa mengasah soft skill mereka seperti kolaborasi, interaksi dan komunikasi. Kerja-kerja yang banyak melibatkan aktivitas bersama akan lebih membuat mereka nyaman sekaligus meningkatkan soft skill mereka,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan, soft skill seperti kemampuan bekerja sama sangat penting dimiliki mahasiswa, karena di dalam dunia kerja yang dibutuhkan adalah kerja sama tim.

“Jadi kurikulum yang dibangun semestinya adalah kurikulum yang mampu mendorong terasahnya soft skill seperti itu,” tukasnya.

Teacher Training Institute Specialist program PINTAR Tanoto Foundation Jambi, Sofnidar berharap para dosen menerapkan di tempat perkuliahan apa yang sudah dilatih, sehingga pengajaran di sekolah nantinya juga semakin baik.

“Meningkatnya kualitas pendidikan di tingkat sekolah akan bisa memastikan berkembangnya potensi siswa. Jika potensi siswa berkembang, maka peluang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik ke depan akan lebih besar,” ujarnya.

Sofnidar juga berharap dampak yang dihasilkan dari pelatihan ini, mahasiswa yang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah-sekolah sudah menerapkan pembelajaran aktif.

“Kita berharap mahasiswa juga menerapkan pembelajaran aktif ketika PPL di sekolah,” tegasnya.

Maryono, selaku fasilitator dosen Universitas Jambi juga menekankan bahwa pelatihan pembelajaran aktif dengan memakai unsur-unsur MIKiR dirancang untuk menghadapi era industri abad 21.

”Bukan hanya bagaimana materi pelajaran yang disampaikan terserap dengan baik, tetapi juga bagaimana soft skill seperti kreativitas, kemampuan kerja sama, kemampuan komunikasi dan tampil percaya diri terintegrasi pada peserta didik,” katanya.

Abdul Walid, peserta yang juga dosen Matematika Universitas Jambi mengaku, pelatihan yang diberikan sangat menyenangkan dan tidak membosankan.

"Pelatihannya seru dan aktif, hal ini juga membuat kami terpacu untuk melakukan hal yang sama ketika mengajar di kampus dengan menerapkan pola pelatihan seperti ini.” katanya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments