Jumat, 23 Agustus 2019

Direktur RSUD Raden Mattaher Kaget, Tagihan PDAM Capai 400 Juta


Rabu, 13 Maret 2019 | 08:54:15 WIB


Direktur Utama Raden Mattaher Jambi Iwan Hendrawan
Direktur Utama Raden Mattaher Jambi Iwan Hendrawan / Metrojambi.com

JAMBI – Keluhan mengenai kenaikan tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang, Kota Jambi tak hanya dikeluhkan masyarakat. Kenaikan tarif hingga 100 persen serta sederet aturan yang memberatkan, kini juga dikeluhkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi.

Betapa tidak, tagihan PDAM RSUD Raden Mattaher membengkak hingga dua kali lipat lebih. Dari awal hanya Rp 108 juta, kini membengkak hingga Rp 418 juta.

Tagihan itu langsung membuat Plt Direktur Utama RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi, drg Iwan Hendrawan, kaget. Ia juga mempertanyakan perhitungan komersil atau sosial yang di pakai oleh PDAM Tirta Mayang terhadap RSUD Raden Mattaher Jambi.

"Berubah, RSUD dibuat kategori komersial. Sedangkan Februari kemarin masih sekitar 108 juta dan Maret ini sudah capai 418 juta. Meningkat drastis," kata Iwan, Selasa (12/3).

Karena itu, Iwan meminta agar pihak PDAM Tirta Mayang Jambi lebih teliti lagi dalam mempertimbangkan mana yang kategori sosial, komersil, dan rumah tangga. Dikatakan Iwan, rumah sakit ini cukup berat bebannya.

"Status RSUD Raden Mattaher sebagai kategori sosial karena melayani masyarakat Jambi," ujarnya.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, pihaknya akan segera mengirim surat kepada PDAM terkait kenaikan tarif tersebut. "Kita akan layangkan surat dengan tembusan ke Pak Gubernur dan Pak Walikota untuk penurunan tarif pembayaran," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Erwin Jaya Zuchri saat dihubungi Metro Jambi mengatakan, untuk tarif di semua golongan sudah naik sejak Oktober 2018 lalu.

Sedangkan mengenai kategori sendiri, Erwin menyebut lingkup RSUD Raden Mattaher bukan kategori sosial lagi.

"Ya RSUD kan untuk kelas itu nggak bisa sosial lagi, karena kan yang pakai airnya juga dari keluarga pasien. Jadinya tidak masuk kategori sosial," terangnya.

Menurutnya, kelas sosial itu apabila tidak adanya kegiatan bisnis seperti rumah ibadah dan sekolah negeri. "Sedangkan RSUD Raden Mattaher kan ada VIPnya. Saya belum terima surat dari RSUD dan nanti kita cek lagi, cuma rata-rata pemakaian air RSUD itu perbulan lk 7000 M3," tandasnya.


Penulis: Istimewa
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments