Rabu, 20 Maret 2019

KPK Ingatkan Pejabat dan DPRD Kerinci untuk Tidak Terlibat Korupsi dan Main Proyek


Kamis, 14 Maret 2019 | 11:01:42 WIB


Rapat Koordinasi dan Supervisi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Kabupaten Kerinci
Rapat Koordinasi dan Supervisi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Kabupaten Kerinci / Dedi/Metrojambi.com

KERINCI - Tim dari Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) meminta kepada pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk tidak terlibat dalam kasus korupsi dan bermain proyek.

Hal ini disampaikan Koordinator Supervisi Pencegahan KPK Wilayah II Sumatera, Aida Ratna Zulaiha, usai Rapat Koordinasi dan Supervisi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Kabupaten Kerinci, Rabu (13/03).

Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Kerinci telah menerapkan program Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ini dinilai cukup bagus untuk mencegah tindak pidana korupsi di Kerinci.

"Dengan adanya program TPP ini pejabat tidak perlu lagi main - main proyek dan kita juga minta kepada para pejabat daerah untuk terlibat dalam kasus korupsi," katanya.

Selain pertermuan dengan pejabat SKPD Tim dari KPK juga melaksanakan pertemuan dengan anggota DPRD kabupaten Kerinci. Dalam pertemuan tersebut, Aida, juga mengingatkan kepada anggota DPRD untuk jangan terlibat dalam kasus korupsi.

"Modus suap dan pengadaan barang dan jasa masih dominan, seperti di lingkup pemerintah daerah, bahkan banyak melibatkan legislatif. Penindakan kpk, juga dalam bentuk suap izin yang melibat pihak lain seperti swasta juga bisa dijerat, tapi Bupati menjadi pasien KPK yang cukup banyak," terangnya.

Dia menyebutkan dari 34 provinsi di Indonesia sebanyak 22 provinsi yany terjerat korupsi yang terdiri dari Bupati dan gubernur. Dominan penyuapan di anggaran, bisa jadi melibatkan dprd dalan kasus ini.

"Jambi baru satu yang kepala daerah yang terjerat korupsi, pesan kami cukup lah satu, saya harap itu menjadi pelajaran bagi kita semua," tandasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments