Minggu, 19 Mei 2019

Tiga Pelaku Penjual Kulit Harimau di Bungo Ditangkap Polisi


Kamis, 14 Maret 2019 | 16:42:07 WIB


Kapolres Bungo AKP Januario Morais saat merilis penangkapan pelaku perdagangan kulit harimau
Kapolres Bungo AKP Januario Morais saat merilis penangkapan pelaku perdagangan kulit harimau / metrojambi.com

MUARABUNGO - Polres Bungo berhasil menangkap tiga pelaku penjual kulit harimau. Bukan hanya kulit, Polres Bungo pun berhasil mengamankan tulang belulang harimau. Sayangnya, pelaku utama kasus perdagangan satwa dilindungi itu belum berhasil diamankan.

Pelaku utama merupakan orang yang menangkap harimau. Sementara tiga pelaku yang diamankan bertugas untuk menjual kulit harimau.

Tiga pelaku diketahui berinisial, BJ (33) warga Dusun Renah Sungai Besar, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, ES (45) warga Dusun  Pemunyin, Kecamatan Limbur, dan RS (23) warga Dusun Renah Sungai Besar, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.

Kapolres Bungo, AKBP Januario Morais menjelaskan, ketiga pelaku diamankan Senin (11/03) lalu di warung pecel lele, Simpang Somel, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo. Januario menjelaskan, harimau yang ditangkap oleh pelaku berusia sekitar 1 tahun.

Dikatakannya lagi, pelaku utama yang diketahui berinisial L masih dalam pengejaran. Pelaku L yang menangkap harimau menawarkan kepada pelaku BJ untuk menjual kulit harimau.

"Mendapat tawaran kulit harimau, pelaku BJ mengajak dua pelaku lainnya untuk mencari pembeli. Dan RS mengatakan ada pembeli. Mereka bertiga berkumpul di Simpang Somel untuk menjual kulit harimau," jelas Januario.

Pada saat hendak menjual kulit harimau, ketiga pelaku diamankan anggota Buser di Jalan Lintas Sumatera, Simpang Somel. Ketika ditanya bagaimana cara pelaku menangkap harimau, Januario mengatakan belum mengetahui dengan pasti cara pelaku menangkap harimau.

"Pelaku yang menangkap haiumau belum diamankan. Jadi belum diketahui bagaimana cara menangkap dan dimana pelaku menangkap harimau. Dugaan kami, pelaku menangkap harimau di  Limbur, karena pelaku L bekerja di PT SMA yang berada di Limbur," pungkasnya.

Ketiga pelaku dikenakan pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor RI nomor 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.


Penulis: Budi Prasetyo
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments